Breaking News:

Sekolah Tatap Muka

Kabar Baik untuk Murid Sekolah dan Para Emak-emak, Sekolah Tatap Muka di Bandung Dimulai Pekan Depan

Bambang mengatakan, ke-330 sekolah yang boleh langsung menggelar PTMT ini adalah sekolah-sekolah yang sempat melakukan simulasi PTMT. . .

Tribunnews/JEPRIMA
Sejumlah siswa mencuci tangan dengan sabun sebelum mengikuti uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di SMPN 2 Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Pemkot Bekasi memperbolehkan aktivitas tatap muka di sekolah kembali berlangsung dengan alasan angka penularan Covid-19 di Kota sudah di bawah satu. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pembelajaran tatap muka terbatas di Kota Bandung, pekan depan, dipastikan hanya akan diikuti oleh 330 sekolah dari berbagai jenjang.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Bandung, Bambang Ariyanto, mengatakan 1.352 sekolah lain yang sudah mengajukan kesiapan belum akan diizinkan menggelar PTMT sebelum diverifikasi kesiapannya. 

Bambang mengatakan, ke-330 sekolah yang boleh langsung menggelar PTMT ini adalah sekolah-sekolah yang sempat melakukan simulasi PTMT, Juni lalu.

"Pada 8 September nanti mereka sudah langsung menggelar PTMT dengan catatan kapasitas 50 persen siswa. Bagi sisanya dari jumlah total sekolah yang siap, yakni 1.352 sekolah harus diverifikasi dahulu dan PTMT-nya pada 13 September 2021 dengan maksimal siswa 25 persen," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (2/9/2021).

Bambang mengatakan, masyarakat dapat ikut mengawasi pelaksanaan PTMT. Jika ada sekolah yang tak lolos, tapi menggelar PTMT atau ada sekolah yang saat pembelajaran abai pada protokol kesehatan, Bambang meminta publik untuk mengadukannya. Tim Satgas Covid-19, tegas Bambang, akan melakukan inspeksi dadakan (sidak).

"Jika betul ada pelanggaran protokol kesehatan dan tak bisa ditoleransi karena abai, maka kami akan laporkan ke Ketua Satgas Kecamatan (camat), serta akan dikaji apakah sekolah itu harus ditutup (tak PTM) atau dibina, atau seperti apa," ujarnya.

Bambang juga menyebut pihaknya akan menerjunkan 523 orang saat berlangsungnya PTM. Mereka Terdiri dari Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Disdik Kota Bandung (PAUD, SD, SMP), Tim Monev Disdik Provinsi Jabar (SMA, SMK, SLB), Tim Monev Kemenag (RA, MI, MTS, MA), Tim Monev Dinkes (semua jenjang), dan Tim Monev Kewilayahan (kecamatan dan keluarahan, semua jenjang).

"Kami dalam dibukanya kembali pembelajaran ada dua cara, yakni tatap muka dan jarak jauh. Baik guru dan siswa sebelum berangkat ke sekolah harus pastikan dalam kondisi sehat. Jadi, orangtua harus pastikan anaknya pergi ke sekolah dicek dahulu kondisi tubuhnya," ujarnya. 

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi mengatakan, semua sekolah di Jabar sebenarnya sudah boleh menggelar PTM terbatas karena kota dan kabupaten di Jabar sudah tak ada lagi yang berada di level 4 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kendati demikian, orang tua siswa yang masih khawatir diperbolehkan meminta pelayanan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi anaknya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved