Breaking News:

Peristiwa 11 September Serangan WTC Jadi Alasan AS Perang dengan Taliban, Kini Amerika Terusir

Serangan yang meruntuhkan menara kembar World  Trace Center (WTC) New York itulah yang membuat Amerika Serikat menggelar perang di Afghanistan

Editor: Machmud Mubarok
AFP
Pejuang Taliban duduk di atas kendaraan di sebuah jalan di Provinsi Laghman, Afghanistan, Minggu (15/8/2021) 

TRIBUNCIREBON.COM - Tak terasa hampir 20 tahun lalu kurang beberapa hari terjadi serangan teror di Amerika Serikat, tepatnya  pada 11 September 2001. Serangan yang meruntuhkan menara kembar World  Trace Center (WTC) New York itulah yang membuat Amerika Serikat menggelar perang di Afghanistan, memerangi Taliban yang dituding menyembunyikan para pelaku teror WTC, yaitu Al-Qaeda.

Pada Selasa (11/9/2001) sekitar pukul 09.00 waktu setempat (pukul 20.00 WIB), saat semuanya masih terasa lengang dan denyut kehidupan baru dimulai, tiba-tiba sebuah pesawat menabrak menara World Trade Center (WTC) New York. Tabrakan itu meninggalkan sebuah lubang cukup besar di antara lantai 80 dan 85 bangunan berlantau 110 tersebut.

Kejutan belum selesai, 18 menit kemudian, pesawat kedua menabrak gedung menjulang tinggi kembarannya. Hanya dalam selang waktu satu-dua jam, pusat finansial AS itu runtuh. Struktur baja gedung pencakar langit yang dirancang untuk menahan angin lebih dari 200 mph dan api besar, tidak mampu menahan panas luar biasa akibat bahan bakar jet yang terbakar. 

Hampir 3.000 orang tewas dalam aksi serangan di WTC ini, termasuk di antaranya petugas pemadam kebakaran dan polisi Kota New York.

Baca juga: Taliban Disebut Telah Membunuh Musisi Folk Afghanistan Fawad Andarabi di Baghlan

Baca juga: Dulu Punya Jabatan Mentereng, Menko Afghanistan Jadi Tukang Antar Makanan Setelah Taliban Berkuasa

Ketika jutaan orang tengah menyaksikan perisitiwa memilukan di WTC, sebuah pesawat jumbo American Airlines Flight 77 juga menabrak Gedung Departemen Pertahanan AS Pentagon di luar Washington pada pukul 09.45 waktu setempat.

Bahan bakar jet dari pesawat itu menyebabkan kebakaran dahsyat hingga meruntuhkan sebagian struktur dari bangunan beton raksasa. Secara keseluruhan, 125 personel militer dan warga sipil tewas di Pentagon bersama dengan 64 orang di pesawat tersebut, dikutip dari History. 

Teror di Amerika Serikat belum berhenti. Satu pesawat United Airlines nomor 93, jenis Boeing 757 dengan 45 penumpang, dengan rute Newark (New Jersey) ke San Francisco jatuh sekitar 80 mil (130 kilometer) tenggara Pittsburgh.

Pesawat tersebut telah dibajak 40 menit setekah lepas landas. Para penumpang juga telah mengetahui insiden yang terjadi di New York dan Washington saat pesawat mengalami delay.

Mengetahui bahwa pesawat tidak kembali ke bandara seperti yang diklaim para pembajak, sekelompok penumpang dan pramugari merencanakan pemberontakan.

Para penumpang melawan keempat pembajak dan diduga menyerang kokpit dengan alat pemadam kebakaran. Pesawat itu kemudian terbalik dan melesat ke tanah dengan kecepatan lebih dari 500 mil per jam

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved