Breaking News:

Kim Jong Un Tolak 3 Juta Dosis Vaksin Sinovac dari China untuk Korea Utara, Lebih Minat Buatan Rusia

Korea Utara tidak tertarik pada vaksin China karena kekhawatiran mereka mungkin tidak begitu efektif,

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
shutterstocks
ilustrasi vaksin corona 

TRIBUNCIREBON.COM - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah menolak sekitar tiga juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac Biotech China (SVA.O), dengan mengatakan mereka harus dikirim ke negara-negara yang terkena dampak parah, kata UNICEF pada hari Rabu.

Diberitakan Reuters, Kementerian publik negara yang terisolasi itu menunjuk pada pasokan global yang terbatas untuk vaksin dan lonjakan virus yang berkelanjutan di tempat lain, menurut badan anak-anak PBB yang mengelola pasokan untuk skema COVAX untuk negara-negara berpenghasilan rendah.

Sejauh ini, Korea Utara belum melaporkan kasus COVID-19 dan telah memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik.

Seorang juru bicara badan PBB mengatakan kepada Reuters bahwa kementerian akan terus berkomunikasi dengan fasilitas COVAX untuk menerima vaksin dalam beberapa bulan mendatang.

Baca juga: Benarkah Efektivitas Vaksin Sinovac Akan Turun Setelah 6 Bulan Disuntikkan? Simak Penjelasannya

Pada bulan Juli, Korea Utara juga telah menolak pengiriman vaksin AstraZeneca (AZN.L) karena kekhawatiran akan efek samping, menurut think-tank Korea Selatan, yang berafiliasi dengan agen mata-mata Korea Selatan. 

Institute for National Security Strategy kemudian mengatakan bahwa Korea Utara tidak tertarik pada vaksin China karena kekhawatiran mereka mungkin tidak begitu efektif, tetapi telah menunjukkan minat pada suntikan yang dibuat di Rusia.

Beberapa negara seperti Thailand dan Uruguay telah mulai menggunakan vaksin lain untuk mereka yang menerima suntikan Sinovac sebagai dosis pertama mereka dalam upaya untuk meningkatkan perlindungan. Baca selengkapnya

"Kami terus bekerja dengan otoritas DPRK untuk membantu menanggapi pandemi COVID-19," kata juru bicara Aliansi Global untuk Aliansi Vaksin dan Imunisasi, salah satu organisasi yang memimpin skema COVAX.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved