Breaking News:

Pengelola Objek Wisata di Indramayu Takut Wisatawan Kabur, Jika Bukti Vaksin Jadi Syarat Berwisata

Syarat menunjukan vaksinasi bagi wisatawan yang hendak berwisata menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para pengelola objek wisata di Indramayu

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Kondisi Pantai Balongan Indah Indramayu masih sepi wisatawan, Rabu (1/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Syarat menunjukan sertifikat vaksin bagi wisatawan yang hendak berwisata menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para pengelola objek wisata di Kabupaten Indramayu.

Mereka khawatir dengan syarat tersebut membuat para wisatawan enggan datang ke objek wisata.

Pengelola wisata Pantai Balongan Indah (Bali) Indramayu, Akso Surya Darmawangsa mengatakan, kejadian tersebut sebelumnya pernah terjadi saat syarat swab diwajibkan kepada pengunjung objek wisata.

Baca juga: Pantai Balongan Indah Indramayu Sudah Buka Lagi, Pengelola & Pedagang Gembira Siap Sambut Wisatawan

"Kaya kemarin waktu swab (wisatawan) pada gak mau, pada pulang lagi. Kalau kami sih tetap ikuti aturan, cuma sementara ini kami belum siap untuk syarat itu karena baru buka takutnya gak ada pengunjung," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (1/9/2021).

Akso Surya Darmawangsa mengatakan, karena baru buka, objek wisata Pantai Balongan Indah pun masih sepi pengunjung.

Menurutnya, banyak dari masyarakat yang belum mengetahui soal dibuka kembalinya objek wisata di Kabupaten Indramayu.

Pada hari pertama dibuka kemarin, disampaikan  pengunjung yang datang pun hanya satuan hingga puluhan saja.

Ia berharap, kondisi ekonomi di sektor pariwisata bisa segera pulih.

Oleh karena itu, Akso Surya Darmawangsa juga meminta agar pemerintah bisa membantu menginformasikan kepada masyarakat bahwa objek wisata sudah buka.

Diizinkannya objek wisata buka ini seiring status PPKM Level 2 yang sekarang diterapkan di Kabupaten Indramayu.

Objek wisata boleh buka dengan syarat pembatasan pengunjung hanya boleh 25 persen saja dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Wisatawan pun harus menunjukan bukti vaksinasi yang bisa ditunjukan melalui aplikasi Peduli Lindungi.

"Kami ingin, pemerintah ikut membantu mengumumkan bahwa wisata sudah dibuka," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved