Breaking News:

Nasib SDN 2 Tugu Kota Tasikmalaya Dibenteng Warga, Siswa dan Guru Terpaksa Masuk Lewat Belakang

Murid SDN 2 Tugu di Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, kesulitan memasuki sekolah.

Editor: dedy herdiana
tribun jabar/firman suryaman
Asep Wahyu, penjaga SDN 2 Tugu, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, menunjukkan benteng yang menghalangi jalan masuk sekolah. 

Begitu pula bagian samping sekolah milik perorangan dan samping satu lagi malah berupa bukit menjulang tinggi yang tak mungkin dijadikan akses keluar masuk.

Harapan satu-satunya akses masuk yaitu melalui belakang sekolah yang saat ini digunakan sebagai prasarana keluar masuk.

"Lahan di belakang sekolah ini pun sebenarnya milik perorangan. Tapi sudah berbaik hati memberikan lahannya agar bisa dilalui sepeda motor," kata Kepala SDN 2 Tugujaya, Sri Mulyani, saat ditemui, Rabu (1/9).

Namun, lanjut Sri, jika lahan tersebut suatu saat dibeli orang lain, nasib akses menuju sekolah menjadi tidak jelas lagi.

Sri berharap ada solusi ke depan. "Untuk beberapa tahun ke depan mungkin akses jalan di belakang ini masih aman. Tapi jika kepemilikannya berpindah tangan, entah bagaimana nasib kami," ujar Sri.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan murid SDN 2 Tugujaya kesulitan masuk gedung sekolah akibat jalan yang biasa dilalui kini tertutup benteng beton.

Sebenarnya pembangunan benteng beton itu dilakukan sejak Januari. Namun dampaknya baru dirasakan saat ini berbarengan dengan dimulainya uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved