Breaking News:

Apa Itu Rebo Wekasan? Diyakini Bisa Menolak Bala, Berikut Cara Sholat Sunnah di Akhir Bulan Safar

Meskipun banyak kalangan yang menganggap ritual Rebo Wekasan hanya sebagai mitos, namun juga tidak sedikit yang masih terus melestarikannya

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Ilustrasi Rebo Wekasan 

TRIBUNCIREBON.COM- Apa itu Rebo Wekasan? Ritual di Akhir Bulan Kedua Hijriyah atau Safar. Dipercaya untuk menolak bala bencana.

Masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, memandang Rebo Wekasan sebagai hari yang dikeramatkan karena dianggap hari tersebut penuh kesialan.

Umma Farida dalam Jurnal Theologia tahun 2019 melakukan penelitian tentang Rebo Wekasan ini. Sebagai salah satu tradisi lokal, ada perbedaan penyebutan tradisi Rebo Wekasan ini. Sebagian menyebutnya sebagai Rebo Pungkasan dan ada pula yang menyebut Rebo Kasan. Akan tetapi, penyebutan yang berbeda-beda ini tetap menunjuk pada maksud yang sama yaitu Rabu terakhir dalam bulan Ṣafar dalam penanggalan Hijriyah.

Sejatinya bulan Ṣafar tidaklah berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Hanya saja Rasulullah pernah menyinggung tentang bulan Ṣafar ini dalam hadisnya.

“Tidak ada penyakit menular, tidak ada mitos, tidak ada prasangka buruk, tidak ada (keramat) bulan Ṣafar.”

Namun demikian, menurut KH. Abdul Hamid Kudus, bulan Ṣafar memiliki kekhasan tersendiri sebagaimana yang ia tulis dalam kitabnya Kanz al-Najāḥ wa al-Surūr. Kitab ini sering menjadi rujukan bagi sebagian masyarakat Jawa untuk menyelenggarakan ritual Rebo Wekasan.

Rebo Wekasan merupakan fenomena yang terjadi di masyarakat karena faktor akulturasi budaya Jawa dengan Islam secara intensif. Menurut Ahmad Nurozi, Islam di wilayah Jawa memiliki karakter tersendiri karena banyak prosesi ritual keagamaan yang merupakan perpaduan dari nilai-nilai Islam dengan animisme dan dinamisme.

Meskipun banyak kalangan yang menganggap ritual Rebo Wekasan hanya sebagai mitos, namun juga tidak sedikit yang masih terus melestarikannya hingga sekarang.

Studi tentang pelaksanaan ritual dan tradisi Rebo Wekasan di berbagai daerah di Indonesia sudah banyak ditemukan. Misalnya, Ahmad Nurozi6 melakukan penelitian tentang tradisi Rebo Wekasan dalam ranah sosial keagamaan di Desa Sitanjung, Lebaksiu, Kabupaten Tegal;

Moh. Dzofir yang mengurai pelaksanaan Rebo Wekasan di Desa Jepang, Mejobo, Kudus; dan Rian Rahmawati, Zikri Fachrul Nurhadi, dan Novie Susanti Suseno8 yang menguak makna simbolik tradisi Rebo Kasan di Kabupaten Garut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved