Breaking News:

Aa Umbara Diduga Terima Uang Puluhan Juta Sebagai Honor Narasumber, Ini Kata Kepala BPKAD

Agustina Piryanti, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengatakan, Aa Umbara kerap menjadi narasumber dalam kegiatan yang digelar Dinasnya.

Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Bupati Kabupaten Bandung Barat Nonaktif, Aa Umbara 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dihadirkan dalam sidang kasus pengadaan bantuan sosial (bansos) di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (1/9/2021). 

Dari keterangan saksi-saksi diketahui jika Bupati Bandung Barat nonaktif yang menjadi terdakwa dugaan korupsi pengadaan bansos KBB, diduga mendapatkan uang dari pejabat di pemerintah KBB sebagai honor menjadi narasumber.

Salah satu saksi, Agustina Piryanti, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengatakan, Aa Umbara kerap menjadi narasumber dalam kegiatan yang digelar Dinasnya.

Bupati Kabupaten Bandung Barat Nonaktif, Aa Umbara
Bupati Kabupaten Bandung Barat Nonaktif, Aa Umbara (Istimewa)

"Satu jam di 2019 itu Rp 5 juta, kalau ngisi (acara) dua jam itu Rp 10 juta. Itu Pak Bupati menjadi narasumber. Sudah itu saja. Iya (murni honor)," ujar Agustina saat memberikan keterangan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan L.L. R.E Martadinata, Rabu (1/9/2021).

Agustina mengatakan, total uang yang diberikan kepada Aa Umbara mencapai Rp. 35 juta.

Uang tersebut, kata dia, bersumber dari kantong pribadinya.

"Ini uang pribadi," katanya.

Baca juga: Dituding Dorong KPK Percepat Penyelidikan Kasus Korupsi Aa Umbara, Ini Jawaban Hengky Kurniawan

Setiap uang yang diberikan kepada Aa Umbara, kata dia, rata-rata tak dibuatkan tanda terima karena pemberian itu melalui kantong pribadi.

"Tidak (ada tanda terima), karena langsung," ucapnya.

Agustina tak menyampaikan apa alasannya memberikan honor kepada Aa Umbara sebagai narasumber dalam setiap kegiatan Dinasnya.

Kasus korupsi pengadaan barang bantuan Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat menyeret nama Aa Umbara dan anaknya Andri Wibawa serta pengusaha M Totoh Gunawan.

Aa Umbara didakwa sebagai pengatur tender dan meminta fee enam persen dari keuntungan pengadaan barang Bansos Covid-19. 

Baca juga: Hengky Kurniawan Dituding Dorong KPK Percepat Kasus Korupsi Bansos, Pengacara Aa Umbara Ada Buktinya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved