Breaking News:

Persiapan Sekolah Tatap Muka

Sekolah Tatap Muka Segera Dibuka, tapi Sehari Hanya Dua Jam Dulu, Kota Bandung Start Bulan Depan

Pada PTM tersebut, siswa hanya belajar dua jam saja. Tidak boleh ada kantin dan pedagang kaki lima.

Tribunnews/JEPRIMA
Sejumlah siswa mencuci tangan dengan sabun sebelum mengikuti uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di SMPN 2 Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Pemkot Bekasi memperbolehkan aktivitas tatap muka di sekolah kembali berlangsung dengan alasan angka penularan Covid-19 di Kota sudah di bawah satu. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNCIREBON.COM - Headline Tribun Jabar, hari ini, memberitakan rencana pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas di Kota Bandung.

Pada PTM tersebut, siswa hanya belajar dua jam saja. Tidak boleh ada kantin dan pedagang kaki lima.

Ikuti headline Tribun Jabar selengkapnya di bawah ini.

Kabar gembira diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna. Ia mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang selama ini sudah ditunggu-tunggu akan dimulai, Rabu (8/9).

Ema menegaskan hal itu setelah melakukan rapat bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar, di ruangannya, Senin (30/8).

Ema mengatakan, kasus penyebaran Covid-19 di Kota Bandung sudah melandai sehingga PTM sudah bisa dilakukan. Berdasar data Dinas Pendidikan Kota Bandung, kata Ema, sebanyak 1.682 sekolah di Kota Bandung sudah menyatakan kesiapannya menggelar PTM. Terdiri dari 1.012 PAUD, 444 SD, dan 226 SMP.

"Namun, Disdik perlu waktu untuk memverifikasinya dengan unsur kewilayahan. Kemarin sempat yang lolos itu 330 sekolah, tapi kami tunggu waktu verifikasi seminggu ini," katanya.

Ema berharap pelaksanaan PTM ini bisa berjalan lancar dan tak lagi mengalami perubahan jadwal.

"Insya Allah 8 September sudah mulai efektif pelaksanaan PTM sesuai buku pedoman," ujarnya.

Pada pelaksanaannya nanti, kata Ema, setiap ruang kelas hanya diisi 50 persen dari total kapasitasnya. Waktu pembelajaran juga diatur sedemikian rupa. Misalnya, SMP kelas 7 masuk pukul 07.00 WIB, kelas 8 masuk pukul 07.30 WIB, dan kelas 9 masuk pukul 08.00 WIB.

"Waktu belajar sehari hanya dua jam dengan dua mata pelajaran, yang masing-masing waktunya satu jam. Enggak boleh ada kantin, pedagang kaki lima, dan sarana prasarana protokol kesehatan harus terpenuhi jika ingin gelar PTM. Siswa diwajibkan membawa makanan dan minuman hingga hand sanitizer sendiri meski di sekolah disediakan tempat cuci tangan," katanya.

Dalam mendukung pelaksanaan PTM ini, kata Ema, ia juga sudah meminta Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk secara maksimal memantau kendaraan-kendaraan umum yang mengharuskan penumpang maksimal 70 persen.

"Kami enggak ingin kendaraan umum itu penuh penumpangnya sampai berdesakan. Apalagi di dalamnya ada anak sekolah yang memang orangtuanya sibuk dan secara ekonomi belum berkecukupan miliki alat transportasi jadi pakai transportasi umum. Saya minta ke Dishub untuk awasi itu saat PTM nanti," katanya.

Tak hanya meminta kepada Dishub, Ema juga menegaskan dia meminta kepada semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada di Kota Bandung untuk ikut serta awasi PTM melalui koordinasi yang dikepalai Kasatpol PP.

"Satpol PP harus koordinasi ke seluruh SKPD. Semua kepala SKPD harus ikut awasi (PTM)," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved