Polemik Keraton Kasepuhan
Pemkot Cirebon Tegaskan Tak Akan Ikut Campur dalam Polemik Pewaris Takhta Keraton Kasepuhan
Wali Kota Cirebon memastikan, Pemkot Cirebon tidak akan ikut campur dalam polemik siapa yang paling berhak mewarisi takhta Keraton Kasepuhan.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Polemik pewaris takhta Keraton Kasepuhan tampaknya hingga kini masih bergulir.
Bahkan, beberapa waktu lalu sempat terjadi aksi lempar batu dua kelompok massa di keraton yang berada di Kecamatan Lemahwunkuk, Kota Cirebon, itu.
Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, memastikan, Pemkot Cirebon tidak akan ikut campur dalam polemik siapa yang paling berhak mewarisi takhta Keraton Kasepuhan.
Sebab, hal tersebut ranah internal keluarga besar keraton sehingga pemerintah akan bersikap netral dan tidak memihak siapapun.
Baca juga: Wali Kota Cirebon Minta Semua Pihak yang Berkisruh di Keraton Kasepuhan Menahan Diri
"Kami berharap permasalahan itu dapat diselesaikan internal keluarga Keraton Kasepuhan," ujar Nasrudin Azis saat ditemui di DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Senin (30/8/2021).
Ia mengatakan, pada dasarnya semua pihak yang terlibat kisruh itupun masih keluarga besar Keraton Kasepuhan.
Karenanya, Pemkot Cirebon tidak ingin memasuki ranah internal keluarga karena bersikap netral.
Pihaknya juga meminta agar semua kalangan untuk menahan diri demi menjaga kondusivitas Kota Udang.
"Kami mengajak semua pihak untuk menyelesaikan polemik tersebut secara baik-baik demi menjaga marwah Keraton Kasepuhan," kata Nasrudin Azis.
Diberitakan sebelumnya, cucu Sultan Sepuh XI, Raharjo Djali, telah dinobatkan sebagai Sultan Keraton Kasepuhan dalam jumenengan beberapa waktu lalu dan bergelar Sultan Aloeda II.
Padahal, Luqman Zulkaedin masih menduduki posisi Sultan Sepuh XV menggantikan ayahnya, PRA Arief Natadiningrat, yang berpulang setahun lalu.
Baca juga: Santana Kasultanan Cirebon Minta Pemerintah Segera Bertindak untuk Akhiri Kisruh Keraton Kasepuhan
Selain itu, ada juga Santana Kasultanan Cirebon dan Keluarga Besar Kesultanan Cirebon yang menuntut agar takhta dikembalikan kepada trah atau keturunan Sunan Gunung Jati.
Pasalnya, Luqman dan Raharjo dianggap bukan keturunan Sunan Gunung Jati sehingga tidak berhak menduduki posisi tersebut.
Menahan Diri