Breaking News:

BP2MI akan Luncurkan Program Perwira PMI di Tahun 2022 untuk Purna PMI, Ini 3 Keuntungannya

Ada tiga keuntungan yang nantinya para Purna PMI dapatkan, yakni fasilitas modal usaha, fasilitas pemasaran produk, dan fasilitas pelatihan manajemen.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Grid.ID
Ilustrasi TKI 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bakal meluncurkan program Perwira PMI pada tahun 2022.

Program ini akan memfasilitasi para Purna (Pekerja Migran Indonesia) PMI atau TKW untuk lebih berkembang dalam membangun wirausaha selepas tidak lagi bekerja di luar negeri.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Beny Rhamdani mengatakan, program ini akan diterapkan di seluruh kota/kabupaten dan provinsi se-Indonesia.

"Mereka diwadahi di situ dan berbadan hukum resmi, bahkan di SK-kan oleh BP2MI Pusat dan ditandatangani oleh Kepala BP2MI," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui Tribuncirebon.com seusai berdialog dengan para purna PMI di Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Senin (30/8/2021).

Baca juga: Warti TKW Asal Indramayu Sakit Parah tapi Dipaksa Terus Kerja, Mau Pulang Gak Boleh Sama Majikan

Beny Rhamdani mengatakan, melalui program ini, pemerintah serius memberikan dukungan kepada para Purna PMI.

Ada tiga keuntungan yang nantinya para Purna PMI dapatkan, yakni fasilitas modal usaha, fasilitas pemasaran produk, dan fasilitas pelatihan manajemen.

Beny Rhamdani menjelaskan, dalam bantuan modal usaha ini, BP2MI akan mengandeng pihak perbankan, baik bank milik pemerintah maupun swasta, serta pihak perusahaan.

"Dan pasti juga menyesuaikan dengan peraturan pemerintah daerah, nanti kita bicarakan soal besaran modalnya. Yang pasti pemerintah tidak akan membiarkan mereka sendiri," ujarnya.

Lanjut Beny Rhamdani, banyak Purna PMI yang sukses dengan cara berwirausaha dengan produknya masing-masing.

Produk mereka, kata dia, beberapa di antaranya sudah masuk ke pasar internasional.

"Jadi sekali lagi, dibalik cerita duka air mata yang dialami pekerja migran sesungguhnya banyak diantara mereka yang sukses dan ini perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat," ujar dia.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Disuntikan kepada Calon PMI Pemberangkatan Jepang dan Korea, Sinovac Tak Diterima

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved