Breaking News:

ALHAMDULILLAH, Pembelajaran Tatap Muka di Bandung Akan Dimulai 8 September 2021, Ini Persyaratannya

Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Bandung bersiap untuk diselenggarakan pada minggu kedua September

Editor: Machmud Mubarok
TRIBUN JABAR/TIAH SM
KETUA Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kabar gembira untuk para pelajar dan guru di Kota Bandung. Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Bandung bersiap untuk diselenggarakan pada minggu kedua September atau tepatnya pada 8 September 2021.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna setelah melakukan rapat bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar, saat ditemui di ruangannya, Senin (30/8/2021).

Menurut Ema, Kota Bandung sudah bagus atau melandai kasus penyebaran covid sehingga PTM sudah bisa dilakukan.

Dinas Pendidikan Kota Bandung, kata Ema, sudah ada sebanyak 1682 yang siap menggelar PTM, terdiri dari PAUD 1012 sekolah, SD 444 sekolah, dan SMP 226 sekolah.

"Itu baru pernyataan kesiapan mereka (sekolah). Jadi, Disdik perlu waktu memverifikasinya dengan unsur kewilayahan. Kemarin sempat yang lolos itu 330 sekolah, tapi kami tunggu waktu verifikasi seminggu ini," katanya.

Baca juga: PTM Terbatas di Indramayu Belum Digelar, Disdik Belum Terima SE dan Masih Tunggu Izin Bupati

Baca juga: Sudah Divaksin, Para Siswa di SMA Islam Al-Mizan Majalengka Ikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Ema berharap pelaksanaan PTM ini bisa berjalan lancar dan tak ada perubahan jadwal di level pusatnya.

"Insya Allah 8 September sudah mulai efektif pelaksanaan PTM sesuai buku pedoman," ujarnya.

Adapun pelaksanaan PTM, Ema menegaskan akan dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen siswa di setiap ruang kelasnya dengan pola waktu yang sudah dijadwalkan, misalnya SMP kelas 7 masuk pukul 07.00 WIB, kelas 8 masuk pukul 07.30 WIB, dan kelas 9 masuk pukul 08.00 WIB.

"Waktu belajar sehari hanya dua jam dengan dua mata pelajaran yang masing-masing waktunya satu jam. Enggak boleh ada kantin, pedagang kaki lima, dan sarana prasarana protokol kesehatan harus terpenuhi jika ingin gelar PTM, dan siswa diwajibkan membawa makanan dan minuman hingga hand sanitizer sendiri meski di sekolah disediakan tempat cuci tangan," katanya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved