Breaking News:

Kisah Inspiratif Siti Nurfadillah Gadis Tunarungu yang Miliki Bakat Melukis, Juara Tingkat Provinsi

Sang ayah, mengatakan, keahlian yang dimiliki gadisnya itu pernah menyabet piala juara 1 perlombaan melukis di tingkat Kabupaten dan Provinsi

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar.id/M Rizal Jalaludin
Siti Nurfadilah (17) gadis tunarungu kelahiran 30 Mei 2004 dari Kampung Babakan Paladang RT 06 RW 03, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memiliki bakat luar biasa. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Seorang gadis pengidap tunarungu di Kabupaten Sukabumi memiliki bakat melukis yang sangat luar biasa.

Adalah Siti Nurfadilah (17) gadis tunarungu kelahiran 30 Mei 2004 dari Kampung Babakan Paladang RT 06 RW 03, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memiliki bakat luar biasa.

Anak dari pasangan Ujang Supiandi (42) dan Maryati (39) itu jago melukis.

Sang ayah, Ujang Supiandi mengatakan, dari keahlian yang dimiliki gadisnya itu pernah menyabet piala juara 1 perlombaan melukis di tingkat Kabupaten dan Provinsi, bahkan saat ini sedang berjuang di ajang perlombaan melukis tingkat Nasional.

Ia bercerita, anaknya suka belajar menggambar sejak masuk sekolah luar biasa (SLB) usia 7 tahun.

Siti Nurfadilah (17) gadis tunarungu kelahiran 30 Mei 2004 dari Kampung Babakan Paladang RT 06 RW 03, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memiliki bakat luar biasa.
Siti Nurfadilah (17) gadis tunarungu kelahiran 30 Mei 2004 dari Kampung Babakan Paladang RT 06 RW 03, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memiliki bakat luar biasa. (Tribunjabar.id/M Rizal Jalaludin)

"Belajar melukis sejak masuk SLB usia 7 tahun yang mengajarkan gurunya, kalau di rumah memang terlihat dia suka menggambar, apa yang dia lihat dia gambar. Pernah mengikuti perlombaan tingkat kabupaten juara 1, di provinsi juara 1 dan 2, sekarang maju ke tingkat nasional," kata Ujang, Sabtu (28/8/2021).

Saat ini, anak pertama dari tiga bersaudara itu masih melanjutkan sekolah di SMALB Mutiara Bahari Patuguran kelas X.

Ujang bercerita, untuk berangkat ke sekolah anaknya diantarkan tukang ojeg dengan biaya Rp 20 ribu pulang pergi. Hal itu juga menjadi kendala dirinya ditengah keterbatasan ekonomi.

Namun, keluh kesah itu hilang karena Ujang dan istrinya merasa bangga dengan anaknya yang memiliki bakat luar biasa ditengah kekurangan yang ada.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved