Breaking News:

Penemuan Ribuan Peluru dan 6 Mortir Diduga Aktif, Ini Penjelasan Prajurit TNI Kodim 0615/ Kuningan

Ribuan butir peluru dan enam buah mortir yang ditemukan di Desa Pamulihan diduga masih aktif dan bisa mengancam  keselamatan warga lingkungan sekitar.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Andry Pamong Desa Pamulihan Kecamatan Cipicung Kuningan Jawa Barat
Warga Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, Kuningan Jawa Barat menemukan ribuan butir peluru dan enam mortir saat membersihkan makam di TPU setempat, Kamis (26/8/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Ribuan butir peluru dan enam buah mortir yang ditemukan di Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, Kuningan, Jawa Barat, diduga masih aktif dan bisa mengancam  keselamatan warga lingkungan sekitar.

"Ribuan itu ada dua jenis, pertama sebanyak 1.095 itu berkaliber 7.25 dan sisanya sebanyak 444 peluru itu berkaliber 9. Kemudian kondisi peluru dan mortir ini masih aktif atau bisa mengeluarkan ledakan, jika cara penyimpanan tidak baik atau kena  cahaya panas," kata Dandim 0615/Kuningan Letkol CZI David Nainggolan yang diwakili Pasi Intel 0615/ Kuningan, Kapten Ridwan saat ditemui di Makodim setempat, Jum'at (27/8/2021).

Selain ribuan peluru, kata Ridwan, ada 6 mortir yang biasanya dipakai sebagai isyarat saja. "Biasanya, penggunaan mortir itu dijatuhkan sebagai isyarat, yang kemudian untuk dilakukan penjemputan oleh helikopter. Bobot mortir ini tidak lebih dari satu kilogram dan ini masih aktif," ujarnya.

Baca juga: Warga Pamulihan Heboh Temukan Ribuan Peluru dan Mortir Saat Bersihkan Makam di Malam Jumat Kliwon

Mengenai penggunaan peluru beda ukuran atau kaliber, Kapten Ridwan mengemuka bahwa senjata api yang digunakan dalam perang dengan kaliber peluru seperti ini sudah tidak ada lagi.

"Senjata api untuk peluru ini sudah tidak ada. Nama senjata itu Garand dan cara memasukkan pelurunya juga masih manual atau satu persatu dan berbeda dengan magazin yang biasa pada senjata api sekarang.

Saat memasukkan peluru, itu jari kita biasanya sering terjepit dan memang sangat manual banget," katanya. 

Ribuan butir peluru dan 6 Mortir yang diketahui masih aktif diserahkan ke Makodim 0615/Kuningan. Hal itu setelah warga Desa Pamulihan Kecamatan Cipicung Kuningan Jawa Barat menemukan barang tersebut di tempat pemakaman umum desa setempat.

Danramil 1509/Ciawigebang, yakni Kapten Kav Suharto mengemuka bahwa penemuan ribuan peluru dan mortir itu awalnya diketahui Sarwadi saat sedang membersihkan kuburan di tempat pemakaman setempat.

"Kemarin ada laporan warga menemukan ribuan peluru dan enam mortir masih aktif. Lalu kami ke lokasi dan menyerahkannya ke Makodim untuk dilakukan pemeriksaan barang tersebut," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved