Breaking News:

Politik

Partai Amanat Nasional Resmi Gabung Koalisi Jokowi, Pengamat Politik Sebut-sebut Soal Amien Rais 

ada banyak faktor yang mempengaruhi bergabungnya partai politik masuk kedalam sebuah koalisi baik oposisi maupun koalisi.

Editor: dedy herdiana
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI: Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengenalkan Kabinet Indonesia Maju di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). 

TRIBUNCIREBION.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari mengatakan ada banyak faktor yang mempengaruhi bergabungnya partai politik masuk kedalam sebuah koalisi baik oposisi maupun koalisi.

Kini terungkap bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) sudah resmi bergabung dengan partai pendukung pemerintah.

Ini ditandai dengan hadirnya perwakilan PAN dalam pertemuan petinggi partai koalisi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (25/8/2021) sore. 

Faktor-faktor itu antar lain faktor kesamaan posisi politik atau oposisi pemerintah, kesamaan ideologi dan kedekatan konstituen.

Baca juga: Rapat di Istana Menghasilkan PAN Gabung Jokowi, Bima Arya Bilang Kader PAN Diberi Jabatan Penting

“Sebetulnya ada satu variabel lagi, tapi jarang disadari ya dan jarang ditulis, tapi sebetulnya penting yaitu kenyamanan individu atau kenyamanan pribadi antara pimpinan suatu partai politik katakanlah dengan Presiden sebagai pemimpin koalisi,” ujar Qodari, dalam keterangannya, Kamis (26/8/2021).

Qodari melihat peran Zulkifili Hasan selaku Ketua Umum PAN semenjak 2019 sebelum Pilpres digelar, sudah nyaman dan dekat dengan Presiden Joko Widodo.

Hanya saja terhalang untuk berkoalisi dengan Jokowi, karena adanya sosok Amien Rais yang masih bercokol di tubuh PAN.

Baca juga: Jokowi Undang PAN dan Petinggi Parpol Koalisi ke Istana, Ada Apa? Ini Kata Staf KSP

“Saya melihat peran atau variabel individu ini dan peran Pak Zulkifli itu sangat besar, jadi Pak Zulkifli itu memang bahkan semenjak 2019 sebelum Pilpres sebetulnya, menurut kabar memang merasa dekat dengan Pak Jokowi, tetapi waktu itu ada Pak Amin di internal PAN dan sangat berpengaruh,” ujar Qodari.

Qodari menambahkan untuk menghindari konflik dengan Amien Rais, Zulkifi mengalah demi menjaga kondusifitas internal partai. Sebab saat itu tengah dihadapkan dengan pemilu dan dinilai dapat menurunkan semangat para calon legislatif untuk berjuang.

“Demi menghindari konflik di internal PAN, saat yang tidak tepat, karena mau memasuki Pemilu dan menurunkan semangat caleg, maka kemudian Pak Zulkifli mengalah,” ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved