Breaking News:

Harga Cabai Tak Lagi Pedas, Anjlok Hingga Rp 6 Ribu Per Kilogram, Petani di Majalengka Menjerit

Para petani di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mengeluhkan anjloknya harga cabai di pasaran.Kini, harga cabai menyentuh kisaran Rp 6 ribu per kilo

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Seorang petani di Desa Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka memperlihatkan tanaman cabai yang dibiarkan busuk lantaran harga jual sedang anjlok. 

Belum lagi daya beli masyarakat yang saat ini ikut tertekan akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Baca juga: Efek PPKM Darurat, Harga Cabai Merah di Pangandaran Rp 60 Ribu Per Kilogram, Kebutuhan Lain pun Naik

Sehingga volume belanja kebutuhan rumah tangga dan dapur ikut berkurang.

"Warung banyak yang tidak beroperasi, sehingga tidak pakai cabai," ucapnya.

Ironisnya, kendati terdampak langsung dengan pandemi dan PPKM, petani seperti Tatang belum tersentuh bantuan dari pemerintah.

"Kalau sudah (harga) rusak begini, kami memilih tidak panen dulu. Membiarkan cabai yang matang membusuk daripada dipanen akan tetapi hasil penjualannya bahkan tidak cukup untuk menutup biaya tanam dan petiknya," jelas dia.

Tatang sendiri mempunyai lahan cabai sebanyak 1 hektare.

Panen terakhir, Tatang hanya mendapatkan 64 kg dari berbagai jenis cabai yang ditanamnya.

"Kami rugi di produksi, dari mulai garap sampai panen ditambah untuk upah panen Rp 50 ribu per orang dikali 20 orang untuk satu hektare sekali panen sudah berapa. Jadi kami sampai saat ini belum punya solusi, sementara saat ini beralih ke tanaman lain," katanya.

 Bakar Cabe

Sejumlah petani di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat nekat membakar tanaman cabai mereka.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved