Breaking News:

Human Interest Story

11 Tahun Lamanya Yati TKW Asal Indramayu Gak Digaji, Untung Bisa Pulang dan Dapat Donasi Rp 570 Juta

Yati Kusniyawati (34), seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indramayu akhirnya bisa pulang ke Tanah Air.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Foto istimewa/SBMI Indramayu 
Yati Kusniyawati (34), Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Yati Kusniyawati (34), seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indramayu akhirnya bisa pulang ke Tanah Air.

Adapun TKW asal Indramayu yang merupakan warga Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang tersebut sampai di Indonesia pada 9 Agustus 2021 kemarin dan kemudian menjalani isolasi mandiri di Jakarta.

Sebelumnya, Yati Kusniyawati sempat viral karena gajinya selama 11 tahun tidak dibayar oleh majikannya di Arab Saudi.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, meski sudah pulang, gaji Yati Kusniyawati diketahui belum juga dibayarkan.

Hanya saja, saat pulang ke Indonesia itu, ia diberi donasi sebesar sebesar 150 ribu Riyal Arab Saudi, sebanyak 145 ribu Riyal donasi itu di antaranya berbentuk cek.

Atau jika dirupiahkan, secara keseluruhan TKW tersebut mendapat donasi sebesar Rp 570 juta.

"Yang 5 ribu Riyal laginya sudah dicairkan karena untuk keperluan pemulangan, dan lain-lain," ujar dia kepada Tribun Jabar, Jumat (27/8/2021).

Juwarih mengatakan, donasi itu lebih besar dibanding gaji Yati Kusniyawati yang belum dibayar, yakni sebesar Rp 400 juta lebih.

Donasi itu, berdasarkan pengakuan keluarga diberikan oleh pihak kepolisian di Arab Saudi saat Yati Kusniyawati dimintai keterangan soal permasalahan yang dialaminya tersebut.

Hanya saja, pihak keluarga saat ini kebingungan untuk mencairkan donasi berupa cek sebesar 145 Riyal tersebut.

Pada hari ini Yati Kusniyawati bersama keluarga diketahui mendatangi Sekretariat SBMI Indramayu untuk meminta bantuan.

Pasalnya, cek itu harus dicairkan di bank Arab Saudi dan tidak bisa dicairkan pada bank-bank di Indonesia. SBMI pun akan membantu pencairan donasi tersebut melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Arab Saudi.

"Kami akan mencoba membantu keluarga, agar bisa mencairkan cek tersebut," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved