Breaking News:

Mural Mirip Presiden Jokowi di Jalan Layang Pasupati Bandung Mendadak Hilang, Siapa yang Menghapus?

Sebuah mural menyerupai  Presiden Joko Widodo dengan mata tertutup di bawah Jembatan layang Pasupati, Kota Bandung, mendadak lenyap

Editor: Machmud Mubarok
Kolase ayobandung.com/TribunJabar.id/Cipta Permana
Sebuah mural menyerupai Presiden Joko Widodo dengan mata tertutup masker yang berada di badan konstruksi bawah Jembatan layang Pasopati, Kota Bandung, serta sempat menjadi perbincangan warganet, kini mendadak lenyap. 

Apa bisa bermakna: “komunikasi pemimpin dg server, eh rakyat, bermasalah sehingga seolah pemimpin tidak dirasakan kehadirannya”?

Atau ada makna lainnya? Menurut kamu gimana, gaes?" tulis Gus Nadir di akun Twitternya.

Sementara itu Staf Khusus Mensesneg, Faldo Maldin mnegatakan tak ada yang salah dengan mural, bila ada izinnya.

"Jadi, mural itu, ga salah. Kalau ada ijinnya. Kalau tidak, berarti melawan hukum, berarti sewenang-wenang.

Makanya, kami keras. Ada hak orang lain yang dicederai, bayangkan itu kalau tembok kita, yang tanpa ijin kita.

orang yang mendukung kesewenang-wenangan, harus diingatkan." tulis Faldon Maldini di Twitter.

Faldo Maldini mengatakan dalam hal ini pemerintah menyoroti tindakannya mencoret tembok, bukan isi kritiknya.

Baca juga: Presiden Jokowi Putuskan PPKM Level 4 Dilanjutkan Hingga 9 Agustus 2021, Percepat Distribusi Bansos

"Sekali lagi, saya minta maaf, agak keras.

Yang jadi masalah, bukan konten atau kritiknya. Kritik selalu terus dijawab dengan kinerja yang baik.

Tapi ini tindakan yang sewenang-wenang. Setiap warga negara harus dilindungi dari tindakan yang sewenang-wenang." tulis Faldo Maldini.

Faldo Maldini menekankan bahwa kritikan tak akan mengendurkan pemerintah untuk terus menyelesaikan masalah pandemi Covid-19.

"Kami sangat berharap, hari ini kita sama-sama menjaga.

Kritik dan hinaan seperti apapun tidak akan mengurangi motivasi untuk menjawab persoalan pendemi yang menghantam seluruh negara di dunia ini.

Kami terus berfokus di situ." tutup Faldo Maldini.

Banyak pula netizen yang mempertanyakan alasan Polisi memburu pembuat mural.

Pasalnya, banyak yang berpendapat bahwa Presiden bukan lah lambang negara.

"Buat Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rochim cuma ngasih tau kl lambang negara itu Garuda pancasila sesuai pasal 46 UU no 24 tahun 2009 ttg bendera, bahasa, lambang negara, lagu kebangsaan," tulis @salendra18

"Kalau presiden dianggap lambang negara. Pas meninggal tidak boleh dikubur Masak lambang negara dikubur.. Harusnya kan dipajang," sindir @Dydydi

diketahui, UUD 1945 menjelaskan bahwa Lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika".

Kemudian, ada pula Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Dalam Bab I UU Nomor 24 Tahun 2009 itu dijelaskan bahwa Bendera Merah Putih, Bahasa Indonesia, Lambang Garuda Pancasila, dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya merupakan jati diri bangsa dan identitas NKRI.

"Keempat simbol tersebut menjadi cerminan kedaulatan negara di dalam tata pergaulan dengan negara-negara lain dan menjadi cerminan kemandirian dan eksistensi negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur," demikian bunyi penjelasan umum di Bab I dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 itu.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved