Breaking News:

Gelaran Jumenengan Raharjo Djali Dinilai Merusak Marwah Keraton Kasepuhan Cirebon

Raharjo Djali menggelar jumenengan sebagai Sultan Keraton Kasepuhan pada pekan lalu dan kini bergelar Sultan Aloeda II.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
ISTIMEWA
Prosesi pengukuhan Raharjo Djali sebagai Polmak Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Kamis (6/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Raharjo Djali menggelar jumenengan sebagai Sultan Keraton Kasepuhan pada pekan lalu dan kini bergelar Sultan Aloeda II.

Menurut Direktur Badan Pengelola Keraton Kasepuhan (BPKK), Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat, jumenengan yang dilakukan Raharjo telah menodai marwah Keraton Kasepuhan.

Pasalnya, prosesi jumenengan itu dinilai salah karena Sultan Sepuh XV, PRA Luqman Zulkaedin, masih bertakhta menggantikan ayahnya Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, yang berpulang pada tahun lalu.

Baca juga: Sultan Aloeda II Lantik Perangkatnya di Keraton Kasepuhan Cirebon, Sempat Diwarnai Kericuhan

"Jumenengan ini sangat salah dan tidak hanya menodai marwah, khususnya Keraton Kasepuhan serta Cirebon pada umumnya," kata Alexandra Wuryaningrat saat ditemui di Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (25/8/2021).

Terlebih jumenengan tersebut berlangsung di Umah Kulon yang berada di dalam kompleks Keraton Kasepuhan.

Ia mengatakan, hingga kini Luqman Zulkaedin merupakan satu-satunya sultan di Keraton Kasepuhan yang sah.

Bahkan, Alexandra menegaskan tidak ada dualisme sultan di Keraton Kasepuhan meski Raharjo telah menggelar tradisi jumenengan atau penobatan.

"Sampai saat ini, PRA Luqman Zulkaedin adalah Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon yang sah," ujar Alexandra Wuryaningrat.

Baca juga: BP Keraton Kasepuhan Cirebon Sebut Kegiatan Sultan Aloeda II Raharjo Djali Digelar Tanpa Izin

Pihaknya juga telah menyiapkan langkah selanjutnya untuk mengatasi kisruh yang terjadi di Keraton Kasepuhan.

Terutama mengenai penyegelan oleh Santana Kasultanan Cirebon yang dipimpin Pangeran Kuda Putih atau Raden Heru Rusyamsyi Arianatareja, dan Raharjo yang memproklamirkan diri sebagai Sultan Keraton Kasepuhan.

"Kami siapkan pelaporan atas perbuatan Kuda Putih dan Raharjo beberapa waktu lalu," kata Alexandra Wuryaningrat.

Baca juga: BP Keraton Kasepuhan Tegaskan Luqman Zulkaedin Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon yang Sah

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved