Breaking News:

Turunnya Kasus Covid-19 di Jabar harus Dimanfaatkan untuk Lakukan Serangan Balik, Ini Kata Kapolda

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Ahmad Dofiri, menegaskan momen seperti sekarang harus dijaga agar penyebaran kasusnya semakin terkendali.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolda Jabar, Irjen Pol Ahmad Dofiri (ketiga kanan), saat konferensi pers vaksinasi massal bagi santri di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kasus Covid-19 di Jawa Barat tampaknya kini melandai setelah melonjak beberapa waktu lalu.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Ahmad Dofiri, menegaskan momen seperti sekarang harus dijaga agar penyebaran kasusnya semakin terkendali.

"Ini saatnya kita serangan balik ke virus corona," ujar Ahmad Dofiri saat meninjau vaksinasi massal bagi santri di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/8/2021).

Ia mengatakan, serangan balik itu melalui beberapa cara.

Di antaranya, memeperketat protokol kesehatan, meningkatkan tracing, testing, dan treatment (3T), serta memperbanyak vaksinasi.

Baca juga: Kapolda Optimistis Target 400 Ribu Warga Jabar Divaksin Covid-19 Tercapai Mulai Bulan Depan

Kapolda Jabar, Irjen Pol Ahmad Dofiri, saat meninjau vaksinas massal bagi santri di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/8/2021).
Kapolda Jabar, Irjen Pol Ahmad Dofiri, saat meninjau vaksinas massal bagi santri di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/8/2021). (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

Pihaknya meyakini tiga cara tersebut merupakan kunci utama mengendalikan penyebaran virus corona sehingga pandemi Covid-19 segera berakhir.

Menurut dia, upaya itupun membutuhkan peran aktif masyarakat, khususnya dalam kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan setiap saat.

"3M, 5M, bahkan 6M ini harus selalu dipatuhi. Intinya, harus memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, dan lainnya," kata Ahmad Dofiri.

Dofiri menyampaikan, dalam 3T setiap ada kasus baru kontak eratnya dilacak untuk menjalani tes, kemudian pasien yang terpapar dirawat sehingga virusnya tidak menyebar.

Selain itu, vaksinasi Covid-19 juga harus diperbanyak hingga mencapai 70 persen dari jumlah penduduk untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok.

Saat ini, Jawa Barat mengejar target 400 ribu orang divaksin setiap hari sehingga 37 juta jiwa penduduk telah menjalani vaksinasi pada Desember 2021.

"Jumlah penduduk Jawa Barat mencapai 50 juta jiwa, dan minimal 70 persennya sudah divaksin untuk membentuk herd immunity," ujar Ahmad Dofiri.

Baca juga: Kapolda Jabar Imbau Santri Ponpes Babakan Ciwaringin Tetap Patuhi Prokes Meski Sudah Divaksin

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved