Breaking News:

Konflik Afghanistan

Ratusan Warga Afghanistan Selamatkan Diri Jalan Kaki ke Turki Lewati Kawat Berduri dan Tembok Tinggi

Ratusan warga Afghanistan yang berjalan kaki selama berminggu-minggu melalui Iran dengan tujuan Turki menghadapi tembok setinggi tiga meter.

Editor: Mumu Mujahidin
AP/Emrah Gurel
Para pemuda yang merupakan desersi militer Afghanistan yang melarikan diri ke Turki melalui Iran duduk di rerumputan perbukitan Tatvan, Provinsi Bitlis, timur Turki, Rabu (18/8/2021). 

TRIBUNCIREBON.COM - Pasca pemerintahan jatuh ke tangan Taliban, warga Afghanistan berbondong-bondong tinggalkan negaranya.

Ratusan warga Afghanistan yang berjalan kaki selama berminggu-minggu melalui Iran dengan tujuan Turki menghadapi tembok setinggi tiga meter.

Bahkan, parit dalam dan kawat berduri, karena Turki berupaya meningkatkan upaya memblokir setiap pengungsi Afghanistan masuk ke negara.

Turki telah menampung hampir 4 juta pengungsi Suriah.

Bahkan, sebagai pos pementasan bagi banyak migran yang mencoba mencapai Eropa.

Sedangkan warga Afghanistan, seusai Taliban mulai maju di Afghanistan dan mengambil alih Kabul pekan lalu, seperti dilansir Reuters, Senin(23/8/2021).

Pihak berwenang berencana menambah 64 km lagi pada akhir tahun ke tembok perbatasan yang dimulai pada 2017.

Parit, kawat dan patroli keamanan sepanjang waktu akan menutupi sisa perbatasan sepanjang 560 km.

"Kami ingin menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa perbatasan kami tidak dapat dilewati," kata Mehmet Emin Bilmez, Gubernur Provinsi perbatasan timur Van, kepada Reuters.

"Harapan terbesar kami adalah tidak ada gelombang migran dari Afghanistan," harapnya.

Baca juga: Teroris yang Paling Diburu AS dan Kepalanya Dihargai Rp 72 Miliar Nongol Bersama Taliban di Kabul

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved