Breaking News:

Perjuangan Guru dan Murid di Sangihe Belajar Daring, Nyari Sinyal di Gunung & Charge HP Pake Genset

Ahmad Ridhwan, guru SMP Negeri 3 Satap Tabukan Selatan Tengah, mengungkapkan sejumlah kesulitan-kesulitan mengajar di tengah Covid-19.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
ilustrasi belajar daring 

TRIBUNCIREBON.COM - Perjuangan seorang guru di Sangihe, Sulawesi Utara dalam mengajar murid di tengah Pandemi Covid-19.

Masa Pandemi Covid-19 memberikan sejumlah kesulitan bagi pembelajaran di sejumlah daerah, tak terkecuali di Tabukan Selatan Tengah, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara.

Ahmad Ridhwan, guru SMP Negeri 3 Satap Tabukan Selatan Tengah, mengungkapkan sejumlah kesulitan-kesulitan tersebut.

Menurut Ridhwan, kualitas pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 sangat tidak maksimal.

"Pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 lebih banyak dukanya. Secara kualitas sangat menurun dikarenakan pembelajaran tidak maksimal," ujar Ridhwan.

Baca juga: Foto Guru dan Murid SDN Eretan Wetan II Ini Bikin Sedih, Memandang Air yang 2 Tahun Genangi Sekolah

Ridhwan mengungkapkan awalnya dirinya dan beberapa rekan-rekan guru lainnya mencoba belajar secara daring.

Namun hal itu tidak dapat berjalan maksimal, karena terkendala minimnya jaringan Internet dan fasilitas pendukung pembelajaran daring.

Guru yang telah mengabdi selama empat tahun di Sangihe tersebut mengungkapkan ada beberapa wilayah di daerahnya yang masih belum ada jaringan listrik.

Selain itu, sinyal ponsel biasa pun tidak ada, apalagi jaringan Internet.

Sebagian siswa juga tidak memiliki gawai untuk pembelajaran. Sehingga banyak siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran secara daring.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved