Breaking News:

Penyandang Disabilitas di Majalengka Diselimuti Rasa Takut Divaksin Covid-19

banyak pula penyandang disabilitas yang tampak berani dan terlihat santai ketika divaksin

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Eko Yulianto
Sejumlah penyandang disabilitas asal Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka menerima vaksinasi Covid-19, Selasa (24/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Rasa takut masih menjadi kendala bagi sebagian penyandang disabilitas atau difabel untuk mengikuti vaksinasi penyakit virus corona (Covid-19).

Keberanian mereka baru muncul jika ada teman sesama difabel yang disuntik vaksin terlebih dahulu.

Seperti yang dialami Ogin (58) penyandang disabilitas asal Desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Dia semula khawatir vaksin akan berdampak padanya.

Namun, setelah rekan-rekan sesama difabel berencana bersama-sama ikut vaksinasi massal, ia pun berani untuk divaksin.

Baca juga: Masuk PPKM Level 2, Kecamatan Ligung Jadi Daerah Kasus Pasien Aktif Covid-19 Tertinggi di Majalengka

Baca juga: Masuk PPKM Level 2, Bupati Majalengka Khawatir Warga Abai dengan Prokes, Tetap Waspada Covid-19

Penyandang difabel itu berangkat naik motor bersama adiknya ke Kantor Kecamatan Jatiwangi.

Selanjutnya, dia bersama masyarakat lainnya ikut vaksinasi massal untuk difabel di kantor kecamatan setempat.

Di Kantor Kecamatan Jatiwangi, beberapa difabel terlihat takut disuntik.

Bahkan, ada yang harus dibujuk terlebih dahulu.

Meski demikian, banyak pula penyandang disabilitas yang tampak berani dan terlihat santai ketika divaksin.

Camat Jatiwangi, Roni Setiawan mengungkapkan, sebelumnya banyak difabel yang takut divaksin.

"Banyak yang takut kalau-kalau vaksinnya akan berdampak. Tapi setelah melihat temannya divaksin, mereka jadi berani dan tentunya dibujuk terlebih dahulu. Ada juga yang memang tidak bisa disuntik karena kendala kesehatan," ujar Roni kepada Tribun, Selasa (24/8/2021).

Ketakutan itu terutama dialami oleh keluarga penyandang disabilitas berat.

"Penyandang disabilitas berat yang sudah tidak bisa apa-apa, hanya bisa berbaring di tempat tidur, biasanya pihak keluarga yang takut," ucapnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved