Breaking News:

Para Siswa Penyandang Tunanetra Semangat Baca Al-Quran Braille Ditengah Kegelapan, Suaranya Merdu

Lantunan ayat suci Al-Quran terdengar merdu dibacakan oleh para siswa penyandang tunanetra di Sekolah Luar Biasa (SBL) Negeri 2 Indramayu

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Para siswa penyandang tunanetra saat membaca Al-Quran braille di Sekolah Luar Biasa (SBL) Negeri 2 Indramayu di Jalan DI Panjaitan, Selasa (24/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Lantunan ayat suci Al-Quran terdengar merdu dibacakan oleh para siswa penyandang Tunanetra di Sekolah Luar Biasa (SBL) Negeri 2 Indramayu di Jalan DI Panjaitan.

Para siswa itu, membaca Al-Quran berhuruf braille ( Alquran Braille) di tengah kegelapan tidak bisa melihat dengan mengandalkan indra peraba.

Jari telunjuk mereka, lihai meraba kertas yang merupakan Al-Quran model braille, mereka membaca ayat suci dengan lancar.

Baca juga: Ada Tunanetra di Kota Banjar Didenda Rp 50 ribu Gara-gara Maskernya Melorot, Ini Fakta Sebenarnya

Pada Al-Quran braille ini, terdapat tulisan ayat Al-Quran yang ditulis menggunakan sistem titik atau benjolan kecil pada permukaan kertasnya.

Benjolan kecil ini untuk membantu para penyandang Tunanetra agar tetap bisa membaca Al-Quran walau tidak bisa melihat secara langsung.

Hari ini, Relawan Inspirasi Rumah Zakat menginisiasi gerakan penyaluran wakaf Al-Quran braille di SLB setempat.

Total ada 4 paket Al-Quran braille yang disalurkan.

"Satu paketnya berisikan 30 juz, ini merupakan amanah dari para donatur," ujar Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Lastri Mulyani kepada Tribuncirebon.com, Selasa (24/8/2021) siang.

Baca juga: Jadwal Lengkap Vaksinasi Covid-19 di 40 Lokasi di Kabupaten Indramayu Selasa 24 Agustus 2021

Masih disampaikan Lastri Mulyani, pihaknya ingin bantuan tersebut dapat menjadi sarana dan prasarana bagi para siswa berkebutuhan khusus agar tetap bisa belajar mengaji.

Sementara itu, Kepala SLB Negeri 2 Indramayu, Elka Asmartuti mengatakan, total ada sebanyak 7 siswa penyandang tunanetra di sekolah yang dipimpinnya.

Adanya bantuan ini, menurutnya pun sangat membantu para siswa.

Terlebih, mereka sangat antusias dalam belajar mengaji.

Para siswa itu bahkan rutin menghapal Al-Quran.

"Jadi ketika mengaji, mereka memanfaatkan indra yang masih berfungsi, di antaranya pendengaran dan kemudian pemanfaatan inteligensi atau daya ingat, sehingga mereka dengan mudah menghapal Al-Quran," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved