Breaking News:

Kisah Porter di Stasiun Jatibarang, Tetap Setia Tunggu Penumpang Demi Bawa Pulang Sedikit Rezeki

Pembatasan mobilitas di tengah pandemi dinilai memberatkan bagi pekerja informal, salah satunya yang dirasakan Madi

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Madi (42) Porter di Stasiun Jatibarang, Selasa (24/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pembatasan mobilitas di tengah pandemi dinilai memberatkan bagi pekerja informal, salah satunya yang dirasakan Madi warga Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Pria berusia 42 tahun itu adalah seorang Pramuantar atau porter di Stasiun Jatibarang.

Madi menceritakan, pembatasan mobilitas ini membuat penghasilannya merosot tajam.

Dari semula sebelum pandemi bisa mengantongi uang sebesar Rp 200 ribu per hari, kini dapat Rp 30 ribu saja sudah untung.

Baca juga: Ingat ya, Aplikasi PeduliLindungi Wajib Ada di HP Anda, Itu Syarat Mutlak Kalau Mau Berkendara Umum

Stasiun Jatibarang, Selasa (24/8/2021).
Stasiun Jatibarang, Selasa (24/8/2021). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

"Mau bagaimana lagi, penumpangnya tidak ada gara-gara pandemi," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat menunggu penumpang yang hendak memakai jasanya di Stasiun Jatibarang, Selasa (24/8/2021).

Madi mengatakan, suasana stasiun yang biasa ramai, sudah tidak lagi terlihat sejak diberlakukannya PPKM oleh pemerintah.

Hanya ada beberapa saja penumpang yang tampak hilir mudik.

Sejumlah persyaratan yang diberlakukan bagi para penumpang KA pun, dinilai Madi menjadi penyebab sepinya stasiun.

Hal ini berdampak pula pada jumlah Porter di Stasiun Jatibarang semakin sedikit, sekarang hanya tersisa 10 orang.

Baca juga: Pengelola Wisata Sambut Baik Majalengka Masuk Kategori PPKM Level 2

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved