Persibmania
Hari Ini Jadwal Liga 1 2021 Diumumkan, Persib Hadapi Kendala Ini Terkait Aplikasi PeduliLindungi
PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi akhirnya memberikan jawaban perihal jadwal kompetisi dan penerapan aplikasi PeduliLindungi di L
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi akhirnya memberikan jawaban perihal jadwal kompetisi dan penerapan aplikasi PeduliLindungi di Liga 1 dan Liga 2 2021/2022.
Sebelumnya, PT LIB akan memberikan jadwal pertandingan kepada pihak klub pada 20 Agustus atau satu pekan sebelum kick off.
Namun terpaksa ditunda karena adanya penyesuaian dengan Pedulilindungi. Sebab pada saat kompetisi berjalanan nanti, semua stadion yang ditetapkan menjadi venue pertandingan harus memasang Pedulilindungi.
Baca juga: LIga 1 2-21 Diizinkan Bergulir, Persib Bandung Tunggu Keluar Jadwal Tanding
Bukan hanya itu, setiap pemain, pelatih, maupun ofisial diwajibkan untuk memilikinya sebagai bukti telah mendapat vaksinasi Covid-19.
Terkait hal ini, Pelatih Persib Bandung Robert Alberts sebelumnya mengatakan ada kendala soal sertifikat bagi para pemain asing.
Sebab saat ini, setiap orang harus memiliki aplikasi Peduli Lindungi untuk menunjukan bukti sudah mendapatkan vaksin dengan menunujukkan nomor induk kependudukan (NIK).
Direktur operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), Sudjarno mengatakan jadwal Liga akan dikeluarkan pada 24 Agustus dan semua tempat laga harus menerapkan aplikasi PeduliLindungi.
“Untuk jadwal akan kami keluarkan 24 Agustus. Karena banyak hal terkait dengan kita kan di-assessment untuk tempat segala macam. Jadi kami sesuaikan dengan rekomendasi-rekomendasi yang diberikan, soal tempat dan protokol kesehatan dengan menerapkan aplikasi Peduli Lindungi. Itu semua Stadion, Akomodasi, itu nanti kami pakai itu semua,” Ujar Direktur operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), Sudjarno, dikutip dari laman Tribunnews, kemarin.
Sudjarno menambahkan, para pemain yang akan berlaga di kompetisi nanti wajib sudah mendapatkan vaksin. Sertifikat itu nantinya bakal menjadi syarat bagi pemain ketika didaftarkan.
Sertifikat vaksin, lanjut Sudjarno, bukan hanya ditunjukan oleh para pemain lokal saja.
Namun para pemain asing akan diberikan kewajiban untuk menunjukan bukti sudah mendapat vaksin.
Hal inilah kata dia yang sedang diselesaikan oleh PT LIB. Sebab jika menggunakan Pedulilindungi, harus memiliki NIK.
Sementara para pemain asing tidak memiliki NIK sehingga sedang diselesaikan oleh PT LIB.
“Penyempurnaan jadwal terkait dengan aplikasi Peduli Lindungi dan kami sosialisasi terkait dengan aplikasi itu. Kemudian soal dengan kesepakatan terkait pendaftaran pemain yang harus vaksin, kemudian pemain asing, itu kan menjadi pertimbangan yang harus kami sempurnakan,” ucapnya.
Di samping itu, jadwal pertandingan yang akan diberikan pada 24 Agustus adalah seri pertama saja.
Seri pertama sendiri akan diadakan di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Pun dengan venue pertandingan yang rencananya akan dirilis secara bersamaan dengan jadwal.
“Nanti akan kami umumkan jadwal untuk satu seri dulu. Kami rilis jadwal per seri. Rencana seri pertama di Banten, DKI, dan Jawa Barat. Untuk lokasi pembukaan beserta klub yang bertanding akan kami rilis juga,” ujarnya.
Dari pihak Persib, direktur Teddy Tjahjono mengaku belum mendapatkan informasi apapun soal penggunaan aplikasi Pedulilindungi kepada para pemain maupun pelatih asing.
Sehingga dia belum bisa berkomentar banyak karena masih menunggu kejelasan dari PT LIB.
"Sampai saat ini belum ada informasi terbaru dari PT LIB tentang penggunaan aplikasi Pedulilindungi. Kami masih menunggu," kata Teddy.
Beberapa hari yang lalu, pelatih Persib, Robert Alberts Robert, menyebut ada kendala soal sertifikat bagi para pemain asing. Sebab saat ini, setiap orang harus memiliki aplikasi Peduli Lindungi untuk menunjukan bukti sudah mendapatkan vaksin.
"Di sana ada sertifikat vaksinasi dengan menyertakan nomor (KTP). Tapi semua pemain asing tidak memiliki itu, para pemain asing tidak punya NIK, jadi kami tidak mempunyai bukti sudah divaksin selain bukti di kertas," katanya.
Saat ini menurut Robert, PSSI sedang mengatasi hal tersebut agar pemain maupun pelatih bisa mendapatkan akses untuk mengunduh sertifikat vaksin.
"Seperti yang saya katakan, kami ini satu tim dan semua orang asing di tim sudah divaksin tapi tidak bisa mengunduh aplikasinya karena tidak punya NIK," ucapnya.
Dia berharap, akan ada segera solusi karena sertifikat vaksin saat ini sudah menjadi persyaratan bagi seseorang untuk melakukan kegiatan. Seperti masuk mall, pusat perbelanjaan, hingga berkompetisi di Liga 1 yang semuanya memerlukan sertifikat vaksin.
"Saya harap ini bisa diatasi karena meski orang asing, baik pemain dan pelatih, kami juga ingin bisa berpartisipasi dalam kegiatan apapaun," katanya.
Pelatih Persib Ungkap Soal NIK
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, memastikan para pemain, tim pelatih dan ofisial sudah menjalani vaksinasi Covid-19.
Robert Alberts mengungkapkan, vaksinasi ini merupakan hal yang sangat penting karena menjadi salah satu syarat untuk mengikuti Liga 1 2021/2022.
"Semua pemain di dalam sudah divaksin, karena ini adalah syarat," ujar Robert dalam wawancara virtual, Sabtu (21/8/2021).
Hanya saja, kata Robert Alberts, ada kendala soal sertifikat bagi para pemain asing. Sebab saat ini, setiap orang harus memiliki aplikasi Peduli Lindungi untuk menunjukan bukti sudah mendapatkan vaksin.
"Di sana ada sertifikat vaksinasi dengan menyertakan nomor (KTP). Tapi semua pemain asing tidak memiliki itu, para pemain asing tidak punya NIK, jadi kami tidak mempunyai bukti sudah divaksin selain bukti di kertas," katanya.
Saat ini menurut Robert, PSSI sedang mengatasi hal tersebut agar pemain maupun pelatih bisa mendapatkan akses untuk mengunduh sertifikat vaksin.
"Seperti yang saya katakan, kami ini satu tim dan semua orang asing di tim sudah divaksin tapi tidak bisa mengunduh aplikasinya karena tidak punya NIK," ucapnya.
Dia berharap, akan ada segera solusi karena sertifikat vaksin saat ini sudah menjadi persyaratan bagi seseorang untuk melakukan kegiatan.
Seperti masuk mall, pusat perbelanjaan, hingga berkompetisi di Liga 1 yang semuanya memerlukan sertifikat vaksin.
"Saya harap ini bisa diatasi karena meski orang asing, baik pemain dan pelatih, kami juga ingin bisa berpartisipasi dalam kegiatan apapaun," katanya.
Geoffrey Castillion tiba di Bandung
Robert Alberts, memberikan kabar terbaru soal persiapan timnya untuk menghadapi Liga 1 2021/2022 yang bakal dimulai pada 27 Agustus mendatang.
Robert Alberts mengatakan, skuatnya sudah lengkap setelah bomber andalan Persib, Geoffrey Castillion tiba di Bandung.
"Kami melihat ke depan untuk melihat Geoffrey kembali, hari ini dia tiba di Bandung. Kami juga menunggu pengumuman lanjutan dari PPKM," ujar Robert Alberts dalam wawancara virtual, Sabtu (21/8/2021).
Lalu kini, Ezra Walian dan kawan-kawan sudah melakukan latihan secara bersama-sama meskipun masih terbatas.
"Tim sudah mulai berlatih dalam grup kecil, kami sudah mulai melakukan persiapan," katanya.
Dengan sisa waktu menuju kick off yang hanya tersisa kurang dari sepekan, pelatih asal Belanda itu berharap bisa segera melakukan latihan bersama secara normal.
Sebab menurut dia, para pemain perlu mematangkan beberapa hal yang tak bisa dilakukan dengan latihan mandiri saja.
"Saat ini juga kami belum bisa menggelar uji coba di Bandung, mungkin di beberapa daerah di Indonesia sudah diperbolehkan, saya tidak tahu," ucapnya.
Karena kebutuhan melakukan uji coba cukup mendesak, mantan pelatih PSM Makassar ini akan mencoba melakukannya di luar Bandung.
Sehingga dengan waktu yang singkat dan serba tak ideal ini, Robert Alberts berharap bisa membangun tim kuat untuk berkompetisi.
"Untuk saat ini pemain berlatih dalam kelompok yang kecil sampai kami mendapat pemberitahuan boleh berlatih dalam satu unit bersama-sama lagi. Kami berharap itu terjadi secepatnya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/geoffrey-castillion-dan-wander-luiz1.jpg)