Breaking News:

Ada Pelajar Tak Bisa Baca Tulis Akibat Belajar Online Selama Pandemi, Disdikbud Kuningan Imbau Ini

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan, H Uca Somantri menemukan beberapa siswa di sejumlah sekolah yang belum mampu baca tulis.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribunjabar.id/Muhamad Nandri Prilatama
ILUSTRASI Siswa sedang belajar online 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan, H Uca Somantri menemukan beberapa siswa di sejumlah sekolah yang belum mampu baca tulis.

Hal tersebut terjadi akibat dampak dari belajar online masa pandemi Covid-19

"Siswa yang belum mampu baca tulis itu kami temukan di tingkat kelas dua sekolah dasar (SD), saat kami melakukan monitoring ke beberapa sekolah di Kabupaten Kuningan," ujar Uca saat ditemui di ruang kerjanya, di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan Jalan Sukamulya - Cigugur, Selasa (24/8/2021).

Adanya siswa yang belum bisa baca tulis itu tidak hanya disebabkan karena metode PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) atau Daring (Dalam Jaringan).

Melainkan, hal ini juga akibat kurangnya tanggung jawab orang tua dalam membantu para guru saat melangsungkan PJJ.

"Sebetulnya orang tua di rumah harus ikut membantu dalam mengajarkan anaknya baca tulis. Kemudian untuk mengejar ketertinggalan tersebut, kami mengharapkan pembelajaran tatap muka (PTM) dan sekarang sedang berlangsung," ujarnya.

Sejak beberapa hari lalu, kata dia mengklaim satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD hingga SMP sudah dibolehkan melakukan PTM dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Pelaksanaan PTM itu menggunakan setengah jumlah siswa atau 50 persen dari jumlah pelajar di kelas. Alhamdulillah rekan-rekan di satuan pendidikan merespon positif kaitan dengan pembelajaran tatap muka dan mereka diberi keleluasaan memformulasikan pembelajarannya," ujarnya.

Mengenai gencarnya program vaksinasi Corona terhadap pelajar in, ternyata sudah ada sebanyak 1.690 siswa di Kecamatan Kuningan mendapat kuota vaksinasi.

"Vaksinasi diselenggarakan di satuan pendidikan masing-masing dengan bekerjasama puskesmas yang sebelumnya dilakukan koordinasi dengan Ibu Kepala Dinas Kesehatan,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved