Breaking News:

Ratusan Anak di Bandung Barat Ngebet Kawin Muda Padahal Belum Cukup Umur, Akhirnya Minta Dispensasi

pasangan yang mengajukan dispenasi perkawinan itu karena orang tua mereka memiliki kekhawatiran terhadap hubungan yang dijalani anak-anaknya.

Editor: Mumu Mujahidin
GridFame.ID
Ilustrasi pengantin: Ratusan Anak di Bandung Barat Ngebet Kawin Muda Padahal Belum Cukup Umur, Akhirnya Minta Dispensasi 

Wakil Ketua Pengadilan Agama Ngamprah, Ahmad Saprudin, mengatakan, sejak awal tahun 2021 ada 2.115 pasangan yang mengajukan permohonan untuk bercerai dengan rincian 1.675 wanita mengajukan cerai gugat dan 480 laki-laki mengajukan cerai talak.

"Dari total pasangan yang mengajukan perceraian itu sekitar 80 persen perkara di antaranya sudah diputus dalam persidangan," ujar Ahmad di Kantor Pengadilan Agama Ngamprah, Senin (23/8/2021).

Artinya, kata Ahmad, kedua belah pihak dari pasangan tersebut saat ini sudah menerima perceraian dan tidak ada upaya untuk melakukan banding dari pihak tergugat. 

Ahmad mengatakan, penyebab perceraian pasangan suami istri di Bandung Barat tersebut kebanyakan memang karena faktor ekonomi, seperti ada seorang suami yang sudah tidak mampu untuk menafkahi istrinya.

Baca juga: Efek PPKM Diperpanjang, Perceraian di Purwakarta Meningkat, Puluhan Kasus Diterima Pengadilan Agama

Sementara di satu sisi, kata dia, istrinya memiliki penghasilan yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sedangkan suaminya tidak bisa untuk mengimbangi penghasilan istrinya itu, sehingga terjadilah perceraian

"Kebanyakan memang faktor ekonomi, contohnya istri punya pekerjaan, sedangkan suaminya gak punya penghasilan," kata Ahmad. 

Ia mengatakan, rata-rata proses perceraian hingga keluar akte itu membutuhkan waktu sekitar dua bulan karena ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh pasangan yang akan bercerai.

Tahapan proses perceraian itu, kata Ahmad, dimulai dari pendaftaran, mediasi, persidangan hingga putusan dan jarak juga ternyata menjadi pertimbangan mengingat wilayah KBB yang cukup luas. 

"Dilihat dari jauh tidaknya domisili. Maksimal dua bulan sampai selesai dengan catatan tidak ada upaya hukum tergugat dan tidak hadir dari tergugat," ucapnya.

Baca juga: Terungkap Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Diduga Kuat Lebih dari Satu Orang, 20 Saksi Diperiksa

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved