Breaking News:

Ratusan Anak di Bandung Barat Ngebet Kawin Muda Padahal Belum Cukup Umur, Akhirnya Minta Dispensasi

pasangan yang mengajukan dispenasi perkawinan itu karena orang tua mereka memiliki kekhawatiran terhadap hubungan yang dijalani anak-anaknya.

Editor: Mumu Mujahidin
GridFame.ID
Ilustrasi pengantin: Ratusan Anak di Bandung Barat Ngebet Kawin Muda Padahal Belum Cukup Umur, Akhirnya Minta Dispensasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Ratusan pasangan muda di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengajukan dispensasi pernikahan meskipun usianya belum genap memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan dalam undang-undang.

Seperti diketahui, dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, syarat usia pernikahan itu adalah 19 tahun baik pria maupun wanita. 

Namun dalam aturan itu juga memuat seputar hal dispensasi pernikahan atau pemberian hak kepada seseorang untuk menikah meskipun usianya belum mencapai batas minimal 19 tahun.

"Sejak diberlakukannya undang-undang terbaru ini, banyak pasangan yang mengajukan dispensasi pernikahan. Untuk tahun ini saja sudah ada sekitar 190 pasangan," ujar Wakil Ketua Pengadilan Agama Ngamprah, Ahmad Saprudin di kantornya, Senin (23/8/2021).

Ilustrasi pernikahan
Ilustrasi pernikahan (freepik.com)

Ahmad mengatakan, kebanyakan pasangan yang mengajukan dispenasi perkawinan itu karena orang tua mereka memiliki kekhawatiran terhadap hubungan yang dijalani anak-anaknya.

"Usianya dominan baru lulusan SMA sederajat dan kebanyakan berada di wilayah pinggiran Bandung Barat. Lebih banyak sudah menjalin hubungan dekat, kekhawatiran orang tua," katanya.

Dispensasi perkawinan sendiri, kata Ahmad akan diberikan oleh Pengadilan Agama setelah melalui serangkaian tahapan, dari mulai pendaftaran hingga persidangan. 

"Dalam persidangan, semua pihak yang terlibat dimintai keterangan, dari mulai calon mempelai, orang tua hingga para saksi karena pemberian dispensasi tak sembarangan dikabulkan," ucap Ahmad.

Menurutnya, hal seperti itu harus tetap berdasarkan alasan yang kuat dan mendesak, karena pihaknya tidak ingin ada pasangan yang terpaksa menikah secara paksa seperti zaman Siti Nurbaya. 

Jika dikabulkan dalam persidangan, kata Ahmad maka akan diberikan salinan penetapan yang menjadi syarat untuk dibawa ke Kantor Urusan Agama (KUA). 

"Makannya kita mintai keterangan semua pihak, termasuk kesiapan mental dan kesehatannya juga jadi pertimbangan," ucapnya.

Baca juga: KPI Sebut Banyak Anak di Indramayu Tak Lanjutkan Sekolah dan Nikah Dini Selama Pandemi, Ini Faktanya

Baca juga: Sosok Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Diduga Kuat Orang Terdekat, Polisi Sebut Ciri Mencurigakan Ini

Ribuan Pasangan Cerai Sepanjang 2021

Pengadilan Agama Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat, ada ribuan pasangan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang memilih untuk mengakhiri pernikahannya atau bercerai akibat faktor ekonomi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved