Rabu, 15 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Persibmania

Persib Bandung Kembali Tambah Amunisi, Berikut Profil Empat Pemain yang Dipanggil Robert Alberts

Persib Bandung kembali menambah amunisi dengan memanggil empat pemain yang berasal dari Bandung United.

Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha
Indra Mustafa 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha
 
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG  - Persib Bandung kembali menambah amunisi dengan memanggil empat pemain yang berasal dari Bandung United.
Keempat pemain itu adalah Syafril Lestaluhu, Puja Abdilah, Indra Mustafa, dan M. Aqil Savik.
 
Sebelum bergabung dengan Persib utama, keempat pemain itu sebenarnya akan didaftarkan untuk bermain di Bandung United pada kompetisi Liga 3.
Namun karena ada aturan usia, maka Syafil, Puja, Indra, dan Aqil kembali ke tim utama.
 
Tribun Jabar mencoba membahas sedikit profil singkat keempat pemain tersebut Berikut profilnya;
1. Indra Mustafa
 
Pemain yang lahir pada 22 Juni 1999 itu mencuri perhatian kala naik ke tim senior pada musim 2018. Ketika itu, Indra di promosikan oleh pelatih Mario Gomez setelah beberapa tahun menimba ilmu di Persib junior.
 
Indra mulai masuk ke Diklat Persib pada tahun 2016. Di tim muda Persib, Indra kerap di tempatkan sebagai bek sayap kanan dan bek tengah. 
Indra Mustafa
Indra Mustafa (Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha)
Pada ajang Liga 1 U-19 2017, Indra hampir membawa Persib U-19 juara. Namun sayang, di partai final Persib U-19 harus menelan kekalahan dari Persipura Jayapura U-19.
 
Lalu satu musim setelahnya, Indra mendapat kesempatan untuk berlatih bersama tim utama. Dia kerap kali diikutsertakan pada saat Persib menggelar pemusatan latihan maupun uji coba.
 
Gomez yang kala itu membutuhkan back up untuk duet Bojan Malisic dan Victor Igbonefo menarik Indra ke tim utama. Sejak saat itu, nama Indra mulai dikenal oleh publik sepak bola Indonesia.
 
Pada Liga 1 2018, Indra tampil cukup impresif sebagai pemain debutan. Sepanjang musim, Indra bermain sebanyak 10 kali. Debut pertamanya di tim senior adalah saat menghadapi Mitra Kukar di Stadion GBLA.
 
Berkat penampilan impresifnya itu, Indra mendapat kesempatan untuk membela Timnas Indonesia U-19. Dia bergabung dengan tim asuhan Indra Sjafri itu dalam pemusatan latihan di Solo, Jawa Tengah.
 
Hanya saja, jalan Indra untuk bermain bersama Timnas U-19 tidak selalu mulus. Pada pemusatan latihan kedua untuk menghadapi Piala AFF U-18, namanya tidak tercantum.
 
Tercoretnya Indra pada daftar itu membuat motivasinya terus bertambah. Dia terus menunjukan kemampuan terbaiknya bersama Persib hingga panggilan Timnas kembali datang.
 
Pada pemusatan latihan Timnas U-19 menuju AFC Championship U-19, Indra kembali dipanggil. Bahkan Indra masuk ke skuat akhir tim asuhan Indra Sjafri itu untuk berlaga di ajan Championship.
 
Sejak saat itu, Indra dinilai sudah siap untuk menjadi bek tengah andalan Persib. Apalagi Indra memiliki kemampuan yang jarang dimiliki pemain lain yakni lemparan ke dalam yang jauh dan akurat.
 
Namun performa Indra tidak lepas dari kritikan. Meski cukup banyak tampil, Indra dinilai bermain tidak terlalu bagus. Bahkan ada beberapa gol yang berasal dari kesalahan Indra dalam mengantisipasi serangan lawan.
 
Memasuki musim 2019, nama Indra masih tercantum di skuat Persib yang kini dilatih oleh Robert Alberts. Namun pelatih asal Belanda itu tampaknya masih belum percaya sepenuhnya terhadap Indra.
 
Di musim 2019, Indra hanya tampil sebanyak enam kali. Di putaran kedua, Indra pun dipinjamkan ke klub satelit Persib yang saat itu berlaga di Liga 2, Bandung United.
 
Karir Indra semakin merosot kala memasuki musim 2020. Indra tak masuk skuat utama Persib dan tetap bertahan di Bandung United yang kini berkompetisi di Liga 3.
 
Di Liga 1 2021, harapan Indra untuk kembali ke tim utama Persib kembali hadir. Dia mulai ikut berlatih kembali dengan Nick Kuipers dan kawan-kawan. Namanya pun sempat bermain dalam gim internal maupun uji coba.
 
Meski kini peluang Indra untuk bermain dengan tim utama terhitung berat, namun dengan kerja keras dan komitmen yang tinggi tidak ada yang tidak mungkin.
 
Dengan segudang pengalaman dan kemampuan yang dimiliki, bukan tidak mungkin Indra menyamai bahkan melebihi prestasi para seniornya seperti Adeng Hudaya, Dadang Hidayat, atau Robby Darwis sekalipun.
 
2. Syafril Lestaluhu
 
Pemain kelahiran Tulehu, 12 April 1998 itu merupakan produk asli dari Diklat Persib yang naik kelas ke tim senior pada musim 2019.
 
Pemain yang akrab disapa Lesta itu biasa beroperasi di lini tengah. Dia bisa bermain sebagai gelandang bertahan, gelandang serang, hingga menjadi playmaker.
Pemain muda Persib Bandung, Syafril Lestaluhu bersiap mengoper bola saat berlatih di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (27/5/2021).
Pemain muda Persib Bandung, Syafril Lestaluhu bersiap mengoper bola saat berlatih di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (27/5/2021). (Istimewa)
Di tim Persib U-19, nama Beckham selalu dielu-elukan dan merupakan pemain yang paling bersinar. Namun siapa sangka, di tim tersebut, Beckham yang disebut-sebut sebagai bintang masa depan Persib dikapteni oleh Syafril.
 
Syafril merupakan pemain yang memiliki operan pendek dan panjang cukup akurat. Dia pun pintar membaca permainan lawan. Tak heran, Beckham bisa bermain sangat luar saat masih di Persib U-19 karena sosok Syafril sebagai penyeimbang.
 
Debut pertamanya di tim Persib U-19 terjadi pada musim pertama Liga 1 U-19 di tahun 2017. Syafril kala itu langsung menjadi pemain inti hingga mampu membawa Persib U-19 mencapai partai final menghadapi Persipura Jayapura U-19
 
Namun sayang, di partai final, Syafril dan Persib U-19 harus menelan kekalahan dari Persipura U-19 dengan skor 0-1 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (7/11/2017). Gol Persipura U-19 kala itu dicipatakan oleh Todo Rivaldo pada menit ke-27.
 
Di musim berikutnya atau tepatnya tahun 2018, Lesta kembali memperkuat Persib U-19 untuk menghadapi Liga 1 U-19. Syafril sempat hampir bergabung ke Lampung Sakti. Namun karena belum ada kepastian, Syafril akhirnya kembali ke Persib U-19.
 
Pada musim tersebut pulalah Syafril mencapai penampilan terbaiknya di Persib U-19. Pemain yang mengenakan nomor punggung 15 itu akhirnya membawa Persib U-19 menjadi juara Liga 1 U-19.
 
Musim tersebut semakin spesial bagi Lesta karena lawan yang dikalahkan Persib U-19 di partai final adalah Persija Jakarta U-19. Persib U-19 kala itu membungkam Macan Kemayoran dengan skor 1-0 lewat gol yang diciptakan Ilham Qolba.
 
Bukan hanya meraih juara, Syafril pun dinobatkan sebagai pemain terbaik kompetisi. Selama kompetisi berlangsung, Syafril nyaris selalu bermain dalam setiap pertandingan.
Tercatat, hanya satu kali Syafril tidak bermain saat berjumpa Persela Lamongan U-19 karena kartu merah di laga sebelumnya. Satu gol pun sempat ia persembahkan di musim itu.
 
Berkat penampilan apiknya, Syafril kerap kali dipanggil oleh tim senior pada musim 2019 saat Persib dilatih oleh Miljan Radovic. Dia beberapa kali ikut berlatih bersama para seniornya meskipun tidak pernah bermain dalam kompetisi resmi.
 
Panggilan dari Timnas U-22 pernah dia dapatkan. Syafril mengikuti seleksi untuk Timnas U-22 yang akan bermain pada turnamen Piala AFF U-22 di Kamboja 2019. Namun Syafril kala itu kalah bersaing sehingga mimpinya untuk membela Merah Putih diajang internasional belum terwujud.
 
Memasuki musim Liga 1 2019, Syafril sebenarnya selalu ikut berlatih bersama tim senior yang sudah dilatih oleh Robert Alberts. Namun karena Persib U-20 membutuhkan tenaganya untuk berlaga di Liga 1 U-20, maka dia kerap kali naik turun.
 
Di pertangahan musim, Syafril sempat dipinjamkan ke klub satelit Persib yang kala itu bermain di Liga 2, Bandung United. Bersama beberapa pemain muda lain, Syafril dipinjamkan ke Bandung United untuk mendapatkan jam terbang.
 
Namun pada Liga 1 2020 ketika kompetisi dihentikan karena pandemi virus corona, nama Syafril tidak terdaftar. Dia pun sudah jarang bergabung dengan latihan tim senior seperti musim-musim berikutnya.
 
Kini, harapan itu kembali muncul ketika Robert kembali memanggil Syafril untuk berlatih bersama tim senior. Syafril sedikit demi sedikit mulai mendapat kepercayaan dari Robert meskipun hanya sekadar pertandingan uji coba.
 
Pada pertandingan uji coba terakhir menghadapi Sriwijaya, Rabu (23/6), Syafril bahkan bermain sejak meni awal. Dia kembali berduet dengan rekan setimnya kala di Persib U-19, Beckham.
 
Pujian pun sempat dilontarkan Robert berkat penampilan apiknya di Syafril uji coba tersebut. Robert menyebut, Lesta memiliki bakat sangat besar untuk bisa menjadi pemain tim utama.
 
Kendati belum bisa memberikan garansi kepada Lesta untuk menjadi skuat utama Persib musim ini, Robert menilai akan selalu ada kesempatan. Asalkan kata dia, Lesta mampu mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya serta meningkatkan kemampuannya.
 
Syafril mengaku sangat senang karena selama menjalani pramusim, kesempatan untuk tampil dengan para pemain senior cukup banyak. Dia pun siap membuktikan diri bahwa kemampuan dan kualitasnya sudah layak di tim utama.
 
 "Alhamdulillah saya mendapat kesempatan bermain. Sudah tiga kali saya ikut latihan bersama dan semuanya berjalan dengan baik. Setiap dikasih kesempatan saya berusaha menampilkan yang lebih baik. Saya fokus tingkatkan kemampuan saya sendiri," kata Syafril, Kamis 24 Juni 2021. 
 
Pemain yang kini berusia 23 tahun itu senang karena bisa kembali berduet dengan Beckham. Walaupun sempat bermain bersama selama bertahun-tahun, Syafril mengakui perlu penyesuaian.
 
"Sebenarnya sudah lama saya main bareng Beckham, tapi sempat terpisah. Lalu kemarin main bareng lagi, meskipun kami latihan sama-sama, tapi butuh penyesuaian. Sekarang saya tambah latihan dengan gym biar bisa rebut bola dari lawan. Mohon dukungannya saja biar saya bisa main lebih baik," katanya
 
3. Aqil Savik
 
Aqil merupakan penjaga gawang yang dibesarkan oleh Diklat Persib. Sebelum bergabung dengan tim senior, dia bermain untuk Persib U-17 dan berhasil meraih juara ketiga Piala Soeratin pada tahun 2016.
 
Berkat penampilan apiknya itu, Aqil mendapat kesempatan untuk tampil di Piala AFF U-18 2017 bersama Timnas U-19. Setelah melalui seleksi, dia akhirnya dibawa oleh tim asuhan Indra Sjafri itu ke Myanmar.
Aqil Savik, kiper muda Persib Bandung.
Aqil Savik, kiper muda Persib Bandung. (DOK TRIBUN)
Di kejuaraan Piala AFF U-18, Aqil didaulat menjadi kiper utama. Aqil bermain sebanyak lima kali saat berhadapan dengan Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Thailand, dan Myanmar. Peringkat ketiga berhasil didapatkan Aqil karena kalah di partai semifinal saat menghadapi Thailand.
 
Gemilangnya penampilan penjaga gawang yang memiliki tinggi 185 cm itu digadang-gadang akan menjadi masa depan tim utama Persib. Bahkan Aqil mendapat kesempatan untuk berlatih bersama tim senior pada Liga 1 2018.
 
Persib yang kala itu dilatih oleh Mario Gomez membawa Aqil ke Yogyakarta untuk mengikuti pemusatan latihan bersama tim senior. Dia mengaku sangat senang karena mendapat kesempatan berharga tersebut.
 
"Sempat tidak percaya saat Pak Awai (Anwar Sanusi) menghubungi dan disuruh nunggu kabar untuk bergabung ke Yogyakarta. Saya, siap dan berjanji tak akan kecewakan kepercayaan ini," ujar Aqil pada saat itu.
 
Di tahun yang sama, Aqil akhirnya naik kelas ke tim senior berdampingan dengan penjaga gawang Persib lainnya seperti Made, Natshir, dan Imam Arief. Aqil resmi berseragam Persib junior dan di posisikan sebagai pelapis.
 
Hanya saja di musim debutnya itu, Aqil tak diturunkan sama sekali oleh Gomez. Sebab, dia lebih banyak dipanggil oleh Timnas U-19 yang kala itu sedang persiapan menuju Piala AFF U-19 2018.
 
Pada Liga 1 2019, Aqil tetap dipertahankan sebagai penjaga gawang Persib. Hanya saja, kini posisinya naik menjadi penjaga gawang ketiga setelah Imam Arief tak diperpanjang kontraknya.
 
Aqil akhirnya mendapat pertandingan pertamanya bersama tim senior Persib saat menghadapi Bali United di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat 26 Juli 2019. Aqil masuk pada awal babak kedua karena Made saat itu mengalami cedera.
 
Adapun penjaga gawang kedua Persib, Natshir sedang mengalami cedera yang cukup parah pada laga sebelumnya menghadapi Persija Jakarta. Sehingga Persib tak ada pilihan lain selain memainkan Aqil untuk menggantikan Made.
 
Dengan bermainnya Aqil, rekor sebagai penjaga gawang termuda yang pernah bermain untuk Persib di era Liga Super Indonesia akhirnya terpecahkan. Aqil saat itu bermain di usia 20 tahun, 190 hari. Dia mematahkan rekor Shahar Ginanjar yang menjalani debutnya saat menghadapi PSPS Pekanbaru, 27 Februari 2013. Kala itu, Shahar berusia 22 tahun, 115.
 
Namun berbagai catatan manis itu tak menolong Persib yang harus takluk dari Bali United dengan skor 0-2. Meski demikian, penampilan Aqil tak terlalu buruk karena mampu mengantisipasi beberapa peluang miliki Serdadu Tridatu.
 
Usai dikalahkan Bali United, Persib akan melawat ke markas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, 30 Juli 2019. Saat itu, Persib sedang mengalami krisis kiper karena Natshir dan Made mengalami cedera. Sehingga satu-satunya kiper yang tersedia adalah Aqil.
 
Beban berat pun dipikul Aqil saat harus bermain melawan Arema FC di hadapan puluhan ribuan supporternya. Akhirnya, Aqil yang masih berstatus sebagai pemain muda gagal memikul beban itu karena Persib kalah 1-5.
 
Sejak saat itu, Aqil tak pernah lagi diturunkan oleh pelatih Robert Alberts hingga akhir musim. Aqil pun kembali menjadi kiper ketiga setelah Persib memutuskan merekrut Dhika Bayangkara di putaran kedua Liga 1 2019.
 
Memasuki Liga 1 2020, Persib merekrut pelatih penjaga gawang asal Brasil, Luizinho Passos. Sebelum bergabung bersama Persib, Passos merupakan pelatih penjaga gawang yang dikenal mampu mengeluarkan kemampuan terbaik si pemain seperti M Ridho dan Nadeo Agrawinata.
 
Hanya saja, Robert memutuskan untuk mendatangkan Teja Paku Alam dari Sriwijaya FC. Hal ini membuat Aqil dipinjamkan ke klub satelit milik Persib yang bermain di Liga 3, Bandung United.
 
Walaupun statusnya dipinjamkan, Aqil tetap mendapat pelatihan intensif dari Passos di tim utama. Robert ingin jam terbang Aqil bertambah bersama Bandung United sebelum benar-benar siap bermain di tim utama Persib.
 
Walaupun Aqil tidak banyak bermain untuk Persib, Timnas selalu kepincut kepada penampilannya. Bahkan, dia dipanggil oleh Timnas senior asuhan Shin Tae-yong yang berlaga di babak kualifikasi Piala Dunia 2022.
 
Sebagai pemain, tentu saja Aqil merasa bangga karena mendapat panggilan Timnas. Dia pun mengaku siap bekerja keras agar mendapatkan kesempatan bermain.
 
"Tentu syukur alhamdulillah tujuan saya ingin masuk Timnas, apalagi tujuan semua pemain pengen masuk Timnas, pemain muda, pemain manapun pasti Timnas," ujar Aqil.
 
Setelah Liga 1 2020 dihentikan, Robert terus melakukan persiapan untuk menghadapi Liga 1 2021. Salah satu posisi yang menjadi sorotan adalah penjaga gawang.
 
Robert memutuskan untuk meminjamkan Dhika ke Persita. Sebab, Robert akan memasukan nama Natshir setelah dinyatakan sembuh dari cedera parah.
 
Dengan demikian, posisi penjaga gawang akan diisi oleh Teja Paku Alam, I Made Wirawan, dan Muhammad Natshir. Aqil sendiri disiapkan sebagai penjaga gawang cadangan bila suatu saat dibutuhkan. Namun untuk sementara, dia akan bermain terlebih dulu dengan Bandung United.
 
4. Puja Abdilah
 
Puja merupakan pemain jebolan Diklat Persib yang lahir di Bandung, 27 November 1996. Dia berposisi sebagai winger kanan dan kiri.
 
Pemain yang saat ini berusia 24 tahun itu memulai karir di Persib senior pada musim 2017. Namun dia masih sering naik turun ke Persib junior.
Winger Persib Bandung, Puja Abdillah
Winger Persib Bandung, Puja Abdillah (Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha)
Puja mendapat penampilan pertamanya pada Liga 1 2017. Dia bermain pada saat Maung Bandung menghadapi Mitra Kukar.
 
Namun pada pertandingan itu, Puja tak bermain terlalu lama karena diturunkan di akhir-akhir laga. Sehingga dia tak mampu berkontribusi dengan maksimal.
 
Pada musim berikutnya Puja resmi menjadi bagian dari tim senior Persib. Di musim itu pula dia bermain sebanyak 3 kali tanpa mencetak gol maupun assist.
 
Setelah kesulitan mendapat tempat di tim utama, Puja dipinjamkan ke tim satelit Persib, Bandung United. Di sana dia menjadi pemain kunci meskipun tak cukup membantu Bandung United dari degradasi.
 
Salah satu musim terberat Puja adalah saat dia divonis menderita tumor otak pada 2020. Akhirnya dia mendapat perawatan yang membuatnya harus beristirahat selama beberapa bulan.
 
Puja akhirnya sudah dinyatakan sembuh beberapa waktu lalu sehingga dapat kembali bermain sepak bola. Kini, ia pun dipastikan akan bermain untuk tim utama.
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved