Breaking News:

Pemuda Ini Kaget Dijemput Paksa Polisi di Kosannya di Bekasi, Gara-gara Komentar Hoax Soal Vaksin

AKP Luthfi Olot Gigantara mengatakan, penjemputan pemuda di Bekasi ini terkait menyebarkan berita hoax atau berita bohong di media sosial.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
RI (25) saat digelandang polisi di Mapolres Indramayu. Foto istimewa 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - RI (25) warga Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu ini harus berurusan dengan polisi.

Ia dijemput paksa dari rumah kostnya di Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang selatan, Kabupaten Bekasi pada Jumat (20/8/2021) sekitar pukul 00.30 WIB.

Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Luthfi Olot Gigantara mengatakan, penjemputan ini terkait menyebarkan berita hoax atau berita bohong yang dibuat RI di media sosial.

"Tersangka ini menyebarkan berita hoax melalui akun instagram @ravie_isnandar yang membuat komentar pada postingan akun instagram @indramayuterkini," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (23/8/2021).

RI (25) saat digelandang polisi di Mapolres Indramayu. Foto istimewa
RI (25) saat digelandang polisi di Mapolres Indramayu. Foto istimewa (Istimewa)

AKP Luthfi Olot Gigantara menjelaskan, kejadian itu berawal saat akun instagram @indramayuterkini membuat postingan pada tanggal 10 Agustus 2021.

"Wow..INDERAMAYU JADI LEVEL 3. Bupati Inderamayu Hj. Nina Agustina berpesan agar masyarakat Inderamayu tetap menjaga protokol kesehatan dan mematuhi aturanya.yang belum vaksin segera vaksin...@ninagustina1708@luckyhakimofficial".

Postingan itu lalu dikomentari pelaku dengan nada sinis dan provokator.

Baca juga: Polisi Nekat Akhiri Hidupnya, Chat Teman Wanita Sebelum Gantung Diri, Begini Katanya

Melalui akun @ravie_isnandar, tersangka berkomentar, "VAKSIN APA? KEMENTRIAN KESEHATAN AJA TIDAK MEWAJIBKAN VAKSIN ? VAKSIN GA GUNA BIKIN RAKYAT SENGSARA KARENA SANDIWARA PARA PETINGGI NEGARA".

AKP Luthfi Olot Gigantara mengatakan, komentar tersebut dinilai merupakan berita bohong yang dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Seusai dijemput paksa, pemuda itu lalu dimintai keterangan lebih lanjut soal komentarnya di Mapolres Indramayu.

"Atas perbuatannya, terlapor disangkakan Pasal 14 ayat (1) dan atau Pasal 15 UU RI Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana," ujar dia.

Baca juga: Mitos-mitos dan Fakta hingga Hoaks Terkait Produk-produk yang dapat Menyembuhkan Covid-19

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved