Breaking News:

Kualitas Kandungan Emas di Hantara Lebih Bagus dari Cikotok, Begini Penjelasan Tokoh Masyarakat

selain Desa Pasir Agung, ada sekitar 13 hektare luas lahan di Desa Citapen yang juga memiliki kandungan emas, tembaga dan bauksit.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Bantaran Sungai Cipedak di Desa Pasir Agung, Kecamatan Hantara, Kuningan, Senin (23/8/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Kualitas atau kandungan emas di daerah Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan lebih bagus dari penghasil emas daerah Cikotok. Hal itu diketahui setelah dilakukan pengecekan dan penelitian kandungan mineral oleh Badan Geologi Jakarta.

“Untuk kandungan emas daerah kami lebih bagus dari Cikotok, ini sebelumnya dilakukan penelitian oleh Badan Geologi dari Jakarta. Jadi ceritanya begini, waktu warga ramai menambang kandungan emas dan menjualnya secara pribadi.

Ada petugas dari Geologi Jakarta melakukan penelitian dan hasilnya memuaskan, saat itu sampel 1 kg batu material keras yang diuraikan itu terdapat kandungan hampir satu selempeng bentuk emas pada umumnya,” ungkap Toto Tohari, Anggota DPRD Kuningan yang kebetulan mantan BPD Desa Citapen, Kecamatan Hantara, Kuningan Jawa Barat, saat dihubungi ponselnya tadi, Senin (13/8/2021).

Baca juga: Katanya Angker Ternyata Warga Desa Berani Eksploitasi Emas Secara Manual di Sungai Cipedak

Baca juga: Wow Ada Kandungan Emas di Lokasi Wisata Sungai Cipedak, Warga Sebut Tempatnya Angker

Toto Tohari mengatakan kandungan mineral di Hantara dan sekitarnya sangat bisa untuk memenuhi hajat hidup warga sekitar. Tetapi pada masa Bupati Kuningan H Aang Hamid Suganda hingga sekarang itu warga berhenti total mengeksploitasi kandungan alam tersebut. 

“Iya dulu warga kami mengkomersilkan hasil pertambangannya dan sempat dibuatkan lembaga koperasi usaha, namun dalam pelaksanaan tidak mau dilakukan pengolahan di daerah setempat serta warga keukruh ingin menjual pribadi ke pengepul. Akhirnya lokasi pertambangan ditutup dan tidak setujui pemerintah desa,” ujarnya.

Disamping itu, kata Tohari,  selain Desa Pasir Agung, ada sekitar 13 hektare luas lahan di Desa Citapen yang juga memiliki kandungan emas, tembaga dan bauksit.

“Iya, kebetulan saya waktu menjabat BPD (Badan Pemusyawarah Desa) Desa Citapen. Ada warga kami kerja di Geologi Jakarta dan melakukan penelitan  dengan menyebut, bahwa bukan di Desa Pasir Agung saja yang memiliki kandungan emas, melainkan di Desa Citapen itu ada 13 hektare kandungan alam berkualitas. Seperti Emas, Tembaga dan Bauksit,” ujarnya.

Politisi Gerindra ini mengatakan, pemanfaatan kandungan alam di Kuningan untuk di Kecamatan Hantara dan Ciniru itu termasuk ilegal.

“Bentuk pertambangan itu dilakukan oleh pemilik tanah dengan cara menjual hasil tambangnya. Namun saat Bupati Aang dulu, warga sudah berhenti bertambang emas, tembaga atau boksic tadi,” katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved