Breaking News:

Kisah Keangkeran Sungai Cipedak Tempat Tambang Emas di Desa Pasir Agung, Mobil Mogok Jadi Pertanda

Hal lain yang terjadi di lingkungan warga, kata Ayip mengklaim sering diketahui warga sekitar. Seperti munculnya hewan yang biasa warga pelihara pada

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Bantaran Sungai Cipedak di Desa Pasir Agung, Kecamatan Hantara, Kuningan, Senin (23/8/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Penghentian pertambangan emas yang dilakukan warga di kawasan peraiaran wisata Sungai Cipedak di Desa Pasir Agung, Kecamatan Hantara, Kuningan Jawa Barat, tentu memiliki alasan dan sebagai bentuk penyelamatan terhadap alam yang berada di lingkungan warga sekitar.

“Sebenarnya, untuk membahas lokasi wisata yang masih memiliki keangkeran. Saya tidak mau mendalam, namun sebagai edukasi terhadap calon pengunjung ya, boleh lah gak apa – apa,” ungkap Ayip Nursamsi yang juga tokoh masyarakat setempat, Senin (23/8/2021).

Latar belakang sebagai edukasi, kata Ayip menegaskan bahwa keangkeran di lokasi wisata itu tidak langsung menimbulkan atau memakan korban. Melainkan hanya sebuah peringatan – peringatan yang dibuktikan melalui fakta lingkungan dan kejadian sekitar di luar nalar atau kebiasaan warga setempat.

“Ini sebagai edukasi ya, sebagai pengalaman terjadi pada waktu di daerah kami ada kegiatan pertambangan emas, pernah ada warga luar daerah datang mengambil kandungan alam di sini. Nah,saat dalam  perjalanan dalam kendaraannya itu mengalami kejadian aneh, seperti kondisi kendaraan berat dan bikin mogok.
Saat itu juga, kawanan yang mengambil batu itu ada yang sadar dan merasa ketakutan hingga balik ke daerah kami untuk menunda batu tersebut,” ujarnya.

Baca juga: Katanya Angker Ternyata Warga Desa Berani Eksploitasi Emas Secara Manual di Sungai Cipedak

Baca juga: Wow Ada Kandungan Emas di Lokasi Wisata Sungai Cipedak, Warga Sebut Tempatnya Angker

Hal lain yang terjadi di lingkungan warga, kata Ayip mengklaim sering diketahui warga sekitar. Seperti munculnya hewan yang biasa warga pelihara pada umumnya.

“Kejadiannya begini, warga kami sering menemukan ayam di bantaran sungai. Padahal jelas, bahwa ayam itu bukan milik warga, namun si ayam itu seolah ingin di masukin ke kandang dan di pelihara warga. 
Nah, dari situ. Warga kami cuek pada ayam misterius tadi, sebab kalau di masukin ke kandang dan mendapat perlakuan sama seperti pada ayam lainnya itu bisa berakibat kurang baik,” katanya.  

Sebagai bukti lain, kata Ayip mengaku bahwa kawasan wisata di Sungai Cipedak ada sebuah tempat bak petilasan hingga dikenal dengan Masigit Agung. 

“Iya disana ada petilasan, kata orang tua terdahulu itu merupakan Masigit Agung (Masjid Agung),”katanya.
Ayip menerangkan, sumber daya alam di kawasan wisata peraiaran di Sungai Cipedak, hingga saat ini menjadi kebutuhan pokok untuk dimanfaatkan sebagai irigasi pertanian dan kebutuhan warga lainnya.

“Kalau bicara sumber daya alam. Air sungai di sini menjadi kebutuhan pokok untuk irigasi lahan pertanian warga dan sebagai catatan, jika kita bisa menghargai kelestarian alam itu pasti berbalik pada kebaikan kita. Artinya, kandungan alam jangan dihabiskan untuk kekayaan pribadi,”katanya.  

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved