Breaking News:

CPNS Cirebon

Kampus UMC Cirebon Diusulkan Jadi Tempat Tes CPNS Para Pelamar di Pemkab Majalengka

pengajuan lokasi di UMC Cirebon sendiri disamakan dengan lokasi tahun kemarin dalam kegiatan yang sama.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
tribunmanado
Penerimaan CPNS 2021 Dibuka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Kampus Universitas Muhammadiyah (UMC) Cirebon di Watubelah, Kabupaten Cirebon diusulkan menjadi lokasi seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi pemerintah daerah Kabupaten Majalengka.

Jadwal tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sendiri dijadwalkan akan dimulai pada Agustus hingga Oktober 2021 nanti.

Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Majalengka, Ridwan Mochamad Ramdhani mengatakan, pihaknya telah melayangkan pengajuan lokasi ke BKN untuk menggelar tes SKD CPNS.

Lokasinya, berada di salah satu kampus di Kabupaten Cirebon.

"Sementara, kita ajukan di UMC Cirebon," ujar Ridwan kepada Tribun, Senin (23/8/2021).

Baca juga: INILAH Daftar Benda yang Boleh dan Tidak Boleh Dibawa Saat Tes SKD CPNS 2021

Baca juga: Kapan Jadwal Tes Seleksi Kompetensi Dasar SKD CPNS 2021? Berikut Penjelasan BKN

Pihaknya mengaku, pengajuan lokasi di UMC Cirebon sendiri disamakan dengan lokasi tahun kemarin dalam kegiatan yang sama.

Tahun kemarin juga, para peserta CPNS se-Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) juga dilakukan di lokasi yang sama.

"Iya betul. Kita bareng dengan kota dan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan," ucapnya.

Sementara, hasil seleksi administrasi CPNS paska sanggah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka sendiri telah diumumkan pada Minggu lalu.

Yang mana, dari 670 orang pelamar yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), sebanyak 304 telah mengajukan sanggahan melalui akun SSCASN.

"Dengan hasil verifikasi 62 sanggahan diterima dan 242 sanggahan ditolak sehingga hasil akhir seleksi administrasi untuk pelamar CPNS sebanyak 8.900 orang diterima dan 608 orang tidak lolos," jelas dia.

Sedangkan, untuk pelamar PPPK non guru sendiri dari 91 orang orang yang dinyatakan TMS, 46 orang melakukan sanggahan.

Hasilnya, 35 sanggahan diterima dan 11 sanggahan ditolak.

"Untuk pelamar PPPK non guru yang berhasil diterima sebanyak 204 orang dan yang gagal lolos 56 orang," katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved