Breaking News:

Cerita Qyara Maharani Tak Berani Lihat Presiden Jokowi Saat Serahkan Bendera Merah Putih

hal yang paling grogi adalah saat dirinya menyerahkan bendera merah putih  kepada Presiden Joko Widodo tapi beruntung ia punya trik khusus

Editor: Machmud Mubarok
Dok. Qyara Maharani Putri
Qyara Maharani Putri (19) Gadis SMA asal Garut terpilih sebagai pembawa baki dalam penurunan bendera merah putih di Istana Merdeka sore ini. 

Laporan Kontributor Garut, Shidqi Al Ghifari

TRIBUNCIREBON.COM,  GARUT - Menjadi bagian dari Paskibraka Nasional 2021 tentunya bukan  hal yang mudah bagi Qyara Maharani Putri gadis asal SMA 1 Garut.

Apalagi Qyara mendapat tugas penting yaitu sebagai pembawa baki dalam upacara  penurunan bendera merah putih di Istana Merdeka.

Menurutnya hal yang paling grogi adalah saat dirinya menyerahkan bendera merah putih  kepada Presiden Joko Widodo tapi beruntung ia punya trik khusus yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.

"Perasaan berhadapan dengan Pak Jokowi deg-degan, tapi kata pelatih jangan lihat  matanya presiden, kalo lihat pasti gemetar," ungkapnya saat diwawancarai  Tribunjabar.id di Pendopo Garut, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Patut Dicontoh Qyara Maharani Sang Pembawa Baki Istana Ternyata Suka Bantu Antar Beras ke Pembeli

Baca juga: Qyara Maharani Gadis Garut Sukses Serahkan Bendera Pusaka ke Presiden Jokowi, Keluarga Pun Terharu

Qyara menjelaskan trik itulah yang membuatnya berhasil menghadang rasa grogi saat  berhadapan dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

"Waktu itu saya melihat lurus ke depan," ucap Qyara.

Ia menjelaskan tim Paskibraka tidak diberi tahu hingga hari H, ada pada posisi apa  mereka saat melaksanakan tugasnya. Qyara pun baru diberi tahun posisinya saat pagi  hari di tanggal 17 Agustus.

Hal itu yang membuat seluruh pasukan harus seratus persen siap ditempatkan dalam  posisi apapun, karena mereka tidak pernah tau di posisi dan tim mana mereka akan  ditempatkan.

"Waktu pagi sebelum pengibaran itu baru diumumkan tim mana yang akan jadi pengibar  dan jadi penurun," ucap Qyara.

Selama masa pelatihan juga dirinya dan semua pasukan tidak diperkenankan membawa  gawai, itu yang membuatnya jarang berkomunikasi dengan orangtua di rumah.

"Komunikasi jadi terbatas, kalo pun ada kesempatan dikasih pegang hape kita  maksimalkan untuk komunikasi dengan orangtua," ungkapnya.

Namun menurutnya meski pun jarang berkomunikasi dengan orangtua, ia dan teman- temannya yang berasal dari 34 provinsi saling menguatkan satu sama lain selama  proses berlatih.

Saling menguatkan menurutnya penting karena tidak ada perbedaan apa pun diantara  mereka.

Tak heran jika Qyara dan teman-teman baru nya itu saling bertukar informasi tentang  keunikan daerah masing-masing.

"Suka dukanya senang karena bisa berkumpul dan saling rangkul, kita juga jadi saling  tau daerah masing-masing, saling rangkul dari Sabang sampai Merauke gak ada beda-beda karena kita satu Bhineka Tunggal Ika," ungkapnya.

Qyara pun saat ini sudah resmi menjadi duta pancasila yang dinobatkan langsung oleh  Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada tanggal 18 Agustus 2021.

PIP untuk Paskibraka merupakan amanat dan implementasi Peraturan Presiden Nomor 13  Tahun 2021 dan Peraturan BPIP Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pembinaan Ideologi  Pancasila pada Generasi Muda Melalui Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.

Ia kini mengemban tugas penting yakni fokus pada pengarusutamaan pancasila, ia juga  memiliki prioritas dan akses terhadap pelatihan dan pembekalan pengarusutamaan Pancasila.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved