Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Taliban Kini Sudah Kuasai Kabul, Indonesia Bisa Saja Jadi Pelarian Pengungsi Asal Aghanistan

Dampak sebagian warga Afghanistan keluar dari negara tersebut, menuju ke sejumlah negara.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
AFP
Pejuang Taliban duduk di atas kendaraan di sebuah jalan di Provinsi Laghman, Afghanistan, Minggu (15/8/2021) 

TRIBUNCIREBON.COM - Kebijakan Presiden Joe Biden untuk menarik seluruh pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan per 31 Agustus 2021, dengan cepat berubah menjadi aksi penguasaan kembali pemerintahan di sana oleh kelompok Taliban.

Liaison Officer Yayasan Geutanyoe, Reza Maulana dalam keterangan tertulisnya meminta kepada Pemerintah Indonesia supaya dapat mengantisipasi, jika pengungsi asal Afghanistan bisa mencapai Indonesia.

Taliban disingkirkan pada 2001.

Namun sejak disingkirkan itu, Taliban terus saja memberontak melawan pasukan AS dan pemerintah dukungannya.

Kata Reza Maulana, penarikan mundur militer AS secara bertahap sejak beberapa bulan lalu itu dengan sigap dimanfaatkan Taliban untuk kembali berkuasa.

Puncaknya pada perebutan Ibukota Kabul pada 15 Agustus lalu.

Sebagian warga Afghanistan yang trauma dengan kebengisan pemerintahan Taliban sebelumnya, sontak beramai-ramai keluar dari negaranya guna mencari keselamatan dan perlindungan ke berbagai negara.

Utamanya masyarakat urban di Kabul yang dikenal kosmopolit dan bertolak belakang sama sekali dengan keyakinan dianut Taliban.

Mereka berbondong-bondong menuju airport dengan harapan dapat terbang secepatnya keluar negara.

Kekhawatiran yang sama juga ditunjukkan kelompok masyarakat minoritas di Afghanistan, seperti non-etnik Pashtun, maupun non-Sunni.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved