Breaking News:

Taliban Door to Door Buru Warga Afghanistan yang Bekerjasama dengan AS, Eks Pasukan Khusus Sembunyi

Dalam laporan yang dipublikasikan oleh New York Times, Taliban mulai mengincar kolaborator AS, Inggris, dan NATO hingga ke rumah mereka.

Editor: Machmud Mubarok
AFP
Pejuang Taliban duduk di atas kendaraan di sebuah jalan di Provinsi Laghman, Afghanistan, Minggu (15/8/2021) 

TRIBUNCIREBON.COM - Kelompok Taliban disebut mulai memburu warga Afghanistan yang pernah bekerja bagi AS dan sekutunya, maupun pemerintahan sebelumnya.

Kabar ini muncul di tengah janji pemberontak yang memberikan amnesti kepada siapa pun yang pernah melawan mereka.

Beberapa saat setelah janji itu diucapkan, muncul laporan milisi menembaki perempuan dan anak-anak yang berkerumun di bandara Kabul.

Dalam laporan yang dipublikasikan oleh New York Times, Taliban mulai mengincar kolaborator AS, Inggris, dan NATO hingga ke rumah mereka. Laporan itu diberikan kepada PBB oleh kelompok penyedia data intelijen RHIPTO Norwegian Center for Global Analyses.

"Saat ini terdapat cukup banyak individu yang diburu oleh Taliban. Ancamannya jelas," kata Christian Nellemann, selaku kepala RHIPTO. 

"Dituliskan bahwa kecuali mereka menyerahkan diri, Taliban akan menangkap, menginterogasi, dan menghukum keluarga mereka," jelasnya.

Baca juga: Taliban Incar Wali Kota Wanita Pertama Afganistan Zarifa Ghafari, 3 Kali Coba Menghabisi Tapi Gagal

Baca juga: Wali Kota Wanita Pertama Afghanistan Tunggu Taliban Membunuhnya: Saya Tak Bisa Tinggalkan Keluarga

Dilansir BBC Kamis (19/8/2021), Nellemann memeringatkan mereka yang berada dalam daftar buruan pemberontak terancam mengalami eksekusi massal.

Selain itu seperti dikutip Daily Mail, terdapat surat bertanggal 16 Agustus dari pemberontak kepada pejabat kontra-terorisme Afghanistan

Surat itu memerintahkan si pejabat untuk melapor kepada "Komisi Militer dan Intelijen Emir Islam Afghanistan" di Kabul.

Jika si pejabat yang bekerja untuk negara Barat itu tak menyerahkan diri, maka keluarganya akan diperlakukan "sesuai dengan hukum Islam".

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved