Breaking News:

Taliban Berkuasa, Khalida Popal Minta Pemain Timnas Perempuan Afganistan Membakar Jersey

"Mereka takut sewaktu-waktu pintu mereka akan digedor. Sekarang, kita melihat negara yang tengah dalam proses kolaps."

Editor: Fauzie Pradita Abbas
(Shutterstock)
Api. 

TRIBUNCIREBON.COM - Mantan kapten timnas wanita Afghanistan, Khalida Popal, meminta para pemain wanita yang masih di Afghanistan untuk menghapus media sosial, identitas publik.

Dalam sebuah wawancara video dengan Reuters dari Kopenhagen, Denmark, Khalida Popal, kelompok Taliban mengulang kekejaman mereka pada perempuan seperti saat berkuasa dua dekade lalu.

Kini, Taliban kembali menguasai Afganistan. Banyak warga merasa takut, termasuk pemain timnas perempuan.

Karena itu, Khalida Popal, pun mengajak para pemain timnas perempuan Afganistan untuk membakar jersey mereka.

"Hari ini saya memanggil dan berkata kepada mereka, 'hilangkan nama kalian, hilangkan identitas, turunkan foto-foto dari medsos untuk keselamatan kalian'," ujar co-founder liga sepak bola wanita Afghanistan tersebut.

Menurutnya, Taliban bertindak beringas saat mereka berkuasa 20 tahun lalu. Mereka membunuh, merajam, dan memerkosa para wanita di masa itu.

"Saya juga sampai bilang ke mereka, bakar atau buang seragam timnas kalian."

"Tentu saja, ini menyakitkan bagi saya sebagai seorang aktivis yang berani berbicara dan melakukan segalanya untuk mencapai dan merengkuh identitas sebagai pemain timnas wanita."

"Kami bangga sekali memakai lencana itu di dada, punya hak bermain dan mewakili negara kami."

Kelompok Taliban mempunyai peraturan keras terhadap wanita saat memerintah Afghanistan dari 1996-2001.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved