Breaking News:

Satres Narkoba Polres Majalengka Amankan 8 Pengedar Ribuan Obat Terlarang dan Ratusan Miras 

Barang haram tersebut berhasil dirampas melalui operasi penyakit masyarakat (Pekat) dari Juli sampai Agustus 2021.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi didampingi Kasat Narkoba, AKP Udiyanto mengungkap kasus peredaran obat-obatan terlarang di Mapolres Majalengka, Kamis (19/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Satnarkoba Polres Majalengka berhasil mengamankan ribuan obat terlarang selama satu bulan.

Barang haram tersebut berhasil dirampas melalui operasi penyakit masyarakat (Pekat) dari Juli sampai Agustus 2021.

Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi, didampingi Kasat Narkoba Polres Majalengka AKP Udiyanto mengatakan, barang bukti tersebut berhasil diamankan dari 8 orang tersangka.

Para tersangka tersebut, dikatakan Kapolres, berinisial AA (23), AP (24), N (24), M (27), RH (22), AF (27), DA (31), dan NT (27).

"Para pelaku menjual atau mengedarkan obat yang masuk dalam kategori obat keras atau bebas terbatas tanpa memiliki ijin mengedarkan," ujar Edwin saat jumpa pers, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Dua Kafe di Indramayu Ini Nekat Buka Meski sedang PPKM Darurat, Tamunya Pesta Miras dengan Cewek PL

Baca juga: Gadis Asal Bandung Digagahi Temannya Saat Berkunjung ke Rumah Pelaku, Korban Sempat Dicekoki Miras

Dari para tangan tersangka polisi berhasil mengamankan Tramadol sebanyak 1.624 butir, 1023 butir trihex dan 3.769 hexymer.

"Totalnya ada 6.416 butir," ucapnya.

Dengan itu, para tersangka dijerat Pasal 98 ayat 9 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan paling lama 10 tahun penjara.

Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan 425 botol minuman keras (miras) berbagai jenis di wilayah hukum Polres Majalengka.Ratusan miras itu mereka amankan dari sejumlah warung kelontongan dan warung jamu.

Sedangkan, sejumlah warung kelontongan dan jamu yang menjual miras mereka di jerat pasal 9 Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 6 Tahun 2011.

"Yang warung ini kami amankan dari 10 TKP. ancaman hukumannya 3 bulan penjara atau denda Rp 5 juta," jelas dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved