Breaking News:

Sekolah Tatap Muka di Majalengka Belum Bisa Digelar Pekan Depan, Disdik Sebut Masih Persiapan

Dinas Pendidikan Majalengka memastikan kegiatan tersebut belum bisa digelar pada pekan depan.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, Lilis Yuliasih. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka berencana segera memberi izin Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah dilakukan secara tatap muka. Hal itu seiring dengan status Kabupaten Majalengka yang menerapkan PPKM Level 3, yang di dalamnya memperbolehkan digelarnya belajar tatap muka terbatas.

Namun, Dinas Pendidikan Majalengka memastikan kegiatan tersebut belum bisa digelar pada pekan depan.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Majalengka, Lilis Yuliasih mengaku pihaknya masih mempersiapkan segala sesuatunya.

"Ya, belum kita pastika, kita persiapan," ujar Lilis saat ditemui di Pendopo, Jumat (13/8/2021).

Baca juga: Garut Optimis Kasus Covid-19 Terus Menurun, Minggu Depan Pembelajaran Tatap Muka Dimulai

Baca juga: ALHAMDULILLAH Sekolah Tatap Muka di Majalengka Akan Dilaksanakan Senin Depan

Kendati demikian, Lilis Yuliasih menyampaikan, proses KBM tatap muka akan segera dilakukan begitu izin dari Bupati keluar.

Oleh karena itu, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan kapan KBM tatap muka itu akan resmi dimulai.

“Sudah menyampaikan kepada Pak Bupati lewat Rakor. Ketika sudah ada rekomendasi berupa izin, kita menindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi kemudian simulasi dan langsung ke pelaksanaan, yang tentunya itu memerlukan syarat-syarat yang harus kita penuhi. Ya, belum kita pastikan,” ucapnya.

Sementara, Bupati Karna Sobahi mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum KBM di sekolah dilaksanakan secara tatap muka langsung.

Vaksinasi, menjadi salah satu pertimbangan yang harus dipenuhi sebelum KBM tatap muka itu benar-benar dijalankan.

“Disdik sudah membuat Juknis, pedoman yang akan dijalankan nanti untuk belajar tatap muka. Diawali dengan vaksinasi guru, siswa. Kadinkes sudah menyiapkan. Anak-anak yang akan belajar divaksin terlebih dahulu, guru bisa diswab atau antigen,” jelas Karna.

Terkait teknis pembelajaran, Karna memastikan akan ada perbedaan dengan KBM pada waktu normal, tidak pandemi.

Hal itu untuk menghindari kerumunan selama proses KBM itu berlangsung.

“Nanti tata belajarnya ada dua model. Dua rombongan pagi-siang atau (kelompok pertama) dari jam 8 sampai jam 10, kemudian (kelompok dua) dari jam 10 sampai jam 12. Ada yang selang-seling. (kelompok satu masuk) Senin, Rabu, dan Jumat. (Rombongan dua masuk) Selasa, Kamis, dan Sabtu. Mudah-mudahan Sabtu besok akan ada virtual dulu, untuk penyampaian Juknis,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved