Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Garut Optimis Kasus Covid-19 Terus Menurun, Minggu Depan Pembelajaran Tatap Muka Dimulai

Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, akan mulai dilaksanakan pada minggu depan.

Tribuncirebon.com/Eko Yulianto
ILUSTRASI: Gelaran KBM Tatao Muka di salah satu SMP di Kecamatan Jatiwangi beberapa waktu lalu. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, akan mulai dilaksanakan pada minggu depan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, mengatakan, PTM akan kembali dilaksanakan setelah semua unsur Forkopimda melakukan rapat.

Rapat tersebut menyambut intruksi Mendagri Nomor 30 Tahun 2021 tentang pembelajaran tatap muka yang bisa dilakukan di daerah yang berstatus level tiga.

"Sudah ada kesimpulan hasil dari rapat kemarin bersama semua elemen Forkopimda bahwa pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan pada minggu depan," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id via telepon.

Menurut Totong, pembelajaran tatap muka saat ini akan dilaksanakan di semua tingkatan sekolah, mulai TK hingga SMA dan SMK dan Kemenag.

"Prinsipnya, pembelajarannya tetap secara terbatas 50 persen dengan persyaratan yang ketat dengan mempertimbangkan zona kewaspadaan," ungkapnya.

Setiap sekolah di Kabupaten Garut menurutnya sudah 90 persen siap untuk melaksanakan tatap muka dengan teknis yang sudah dipersiapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.

"PTM ini juga atas desakan-desakan dari orang tua murid dari masyarakat dan organisasi-organisasi profesi guru," ucapnya.

"Ditambah ada dasar yang kuat dari aturan Kemendagri, maka kami simpulkan untuk membuka tatap muka. Senin besok launching-nya," lanjutnya.

Totong mengatakan pihaknya mempunyai pengalaman tatap muka terbatas yang sebelumnya pernah dilakukan dalam program Ayo Masuk Sekolah.

Dengan modal pengalaman itu, ia meyakini semua sekolah di Kabupaten Garut sudah siap dengan pembelajaran tatap muka terbatas dengan prokes yang ketat.

"Kalau kita tidak ada keberanian untuk PTM, kasian anak-anak dan para orang tua."

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur Forkopimda dan Satgas Covid-19 dan seluruh elemen yang mendukung PTM ini bisa terlaksana," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved