Breaking News:

Virus Corona

Perjuangan Perangi Pandemi, Rama Praba Tiap Malam Tidur di Samping Mayat Covid-19 Berbatas Terpal 

Mulai dari perjuangan sekaligus tantangan yang dialami petugas pemulasaraan jenazah, sopir ambulans, hingga penjaga mayat Covid-19 di rumah sakit

Editor: dedy herdiana
Istimewa/ Tim Pemulasara Jenazah Covid-19 Indramayu
Ilustrasi perjuangan menghadapi pandemi Covid-19, tim pemulasaraan jenazah Covid-19 Kabupaten Indramayu saat menjalani tugas memakamkan jenazah. 

Menurut Rama Praba, tempat penitipan jenazah di RSUD Wangaya memiliki kapasitas 21 jenazah. Tapi saat ini sudah terisi 71 jenazah.

Akibatnya, lantai dua pada gedung kamar jenazah yang semula adalah kantor, kini setengahnya difungsikan sebagai tempat penitipan janazah.

Baca juga: Vaksinator yang Suntikkan Vaksin Covid-19 Kosong di Pluit Ditetapkan Jadi Tersangka

Selain itu, pihak RSUD Wangaya juga sampai membangun tenda darurat di samping gedung.

Dari pantauan Tribun-Bali.com di lokasi pada Selasa, 10 Agustus 2021 siang, tempat jenazah memang penuh.

Bahkan tempat pemandian jenazah juga diisi jenazah yang diletakkan dalam peti.

Kantor di lantai juga dua disekat dengan terpal untuk penitipan janazah.

Baca juga: Sembuh dari Covid-19 Belum Genap 3 Bulan, Bolehkah Disuntik Vaksin? Ahli Beri Penjelasan

Begitupun di tenda sudah tak tersedia space untuk janzah baru.

Rama Praba mengatakan penuhnya kamar jenazah ini dimulai sejak awal Juli 2021.

Penuhnya kamar jenazah ini diakibatkan oleh naiknya tingkat kematian di RSUD Wangaya.

Sebelum bulan Juli 2021, angka kematian dalam sehari rata-rata satu sampai dua orang.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved