Breaking News:

Liga Spanyol

Tangis Messi Pecah Saat Ucap Perpisahan dengan Barcelona, Tinggalkan Blaugrana Setelah 21 Tahun

Adapun Lionel Messi menyampaikan pesan perpisahannya pada Minggu (8/8/2021) di Camp Nou. Momen pernyataan perpisahannya. . .

(Pau BARRENA / AFP)
Penyerang Barcelona Argentina Lionel Messi menangis saat konferensi pers di stadion Camp Nou di Barcelona pada 8 Agustus 2021. Pemenang Ballon d'Or enam kali Messi diperkirakan akan menandatangani kontrak lima tahun baru dengan Barcelona pada 5 Agustus, tetapi sebagai gantinya, setelah 788 pertandingan, klub mengumumkan dia pergi pada usia 34 tahun. 

TRIBUNCIREBON.COM - Bintang Barcelona, Lionel Messi resmi hengkang dari Barcelona, klub sepakbola raksasa Liga Spanyol yang sudah dia bela selama 21 tahun.

Adapun Lionel Messi menyampaikan pesan perpisahannya pada Minggu (8/8/2021) di Camp Nou. Momen pernyataan perpisahannya itu diwarnai isak tangis La Pulga.

Di tim senior Barcelona, Messi memperkuat tim itu selama 17 tahun namun ditambah dengan karir sewaktu dia berusia 13 tahun.

"Saya tiba ketika masih sangat muda, pada usia 13 tahun, dan saya meninggalkannya 21 kemudian dengan istri saya dan tiga orang anak Catalunya-Argentina," kata Messi dalam pidato perpisahannya, Minggu (8/8/2021) sore WIB.

Lionel Messi terpaksa meninggalkan Barcelona setelah kedua pihak sepakat tidak memperpanjang kontrak. Alasannya, kondisi keuangan klub jadi penghalang Messi untuk terus membela klub yang membesarkan namanya itu.

"Saya tidak ragu setelah beberapa tahun pergi, kami akan kembali ke sini. Ini adalah rumah kami," kata Messi, pria berusia 34 tahun.

Meniti karir sejak 13 tahun di Barcelona kemudian meninggalkan tim tersebut bukan perkara mudah. Isak tangis menandakan begitu besarnya kecintaan Lionel Messi pada Barcelona.

"Saya merasa sangat sedih sekarang karena saya harus meninggalkan klub yang saya cintai. Saya tidak mengharapkan ini. Saya selalu mengatakan yang sebenarnya. Tahun lalu saya ingin pergi, tapi tahun ini saya tidak ingin pergi," ujar Messi.

La Liga, operator Liga Spanyol menetapkan batasan pengeluaran gaji berbanding pemasukan yakni 70 persen. Di sisi lain, pengeluaran Barcelona meningkat hampir 50 persen selama tiga tahun terakhir.

Presiden Barcelona Joan Laporta mengumumkan bahwa beban gaji mereka saat ini mencapai 95 persen dari pemasukan. Karenanya, untuk selamatkan klub, dia terpaksa mengakhiri kontrak La Pulga.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved