Breaking News:

Pemkab Majalengka Klaim Masa Tanam Kedua, Persediaan Gabah di Majalengka Surplus

Iman Firmansyah mengatakan, untuk panen MT 2 ini, rata-rata petani bisa menghasilkan gabah sebanyak 6 sampai 7 ton untuk setiap hektar.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Petani di Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka sedang memanen padi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pemkab Majalengka mengklaim persediaan gabah saat ini dalam keadaan surplus.

Hal itu seiring dengan melimpahnya hasil panen para petani pada Masa Tanam (MT) 2 tahun ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Iman Firmansyah mengatakan, untuk panen MT 2 ini, rata-rata petani bisa menghasilkan gabah sebanyak 6 sampai 7 ton untuk setiap hektar.

Bahkan ada beberapa lahan pertanian yang bisa menghasilkan 8 ton dengan luas lahan yang sama.

Kegiatan Panen Varietas Padi Jenis Pamera dilaksanakan di Desa Jatiwangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka oleh Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Yudi Sastro dan Anggota Komisi IV DPR RI, Sutrisno
Kegiatan Panen Varietas Padi Jenis Pamera dilaksanakan di Desa Jatiwangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka oleh Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Yudi Sastro dan Anggota Komisi IV DPR RI, Sutrisno (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

"Alhamdulilah, di masa tanam kedua kita surplus," ujar Iman kepada Tribun, Senin (9/8/2021).

Lahan pertanian yang bisa sampai menghasilkan 8 Ton gabah itu, jelas dia, berada di daerah yang ketersediaan air irigasinya relatif sudah bagus.

“Hasil produksi melimpah. Untuk musim panen sekarang, panen ketiga atau MT 2 ini, per hektar itu rata-rata dapat 6 sampai 7 ton. Kalau irigasinya bagus, ada yang bisa sampai 8 ton. Di Majalengka bagian Utara rata-rata 6 sampai 7 ton per hektar,” ucapnya.

Iman menjelaskan, sampai saat ini masih ada beberapa daerah yang mampu melakukan tanam sebanyak 4 kali dalam satu tahun.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Sejumlah Varietas Padi Unggul Ditanam di Majalengka

Namun, diakui dia, aktivitas bertani sebanyak empat kali itu jumlahnya relatif sedikit.

“Rata-rata mah hanya dua kali. Lagi-lagi ya pemicunya ketersediaan air. Di beberapa darah memang ada yang sampai empat kali, atau biasa disebut mapat dan hasilnya memang bagus,” jelas dia.

Lebih jauh dijelaskan Iman, saat ini luas lahan pertanian di Kabupaten Majalengka di kisaran 51 ribu hektar.

Luas lahan itu baik lahan yang masih produktif maupun tidak.

“Saat ini kami sedang melakukan pendataan ulang, untuk mengetahui luas lahan secara riil,” katanya.

Baca juga: Duh, Petani di Majalengka Terpaksa Panen Padi yang Terendam Banjir

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved