Breaking News:

Pembunuhan TKW Indramayu

Sehari Sebelum Tewas Ditusuk TKW Indramayu Telepon Keluarga, Cerita Tentang Pelaku, Ini Katanya

Juwarih menceritakan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, Komariyah sempat menelpon orang tuanya sehari sebelum kejadian.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Foto istimewa/akun FB Rizki Aan Anifah
Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Kabupaten Indramayu, Komariyah yang dikabarkan tewas dengan luka tusuk pada beberapa bagian tubuhnya di kawasan Nantou Taiwan. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Keluarga membantah Komariyah (31), Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Indramayu dibunuh oleh mantan pacarnya.

Hal tersebut terungkap setelah Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mengunjungi langsung kediaman keluarga korban di Desa/Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Minggu (8/8/2021).

Ketua SBMI Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, antara korban dan pelaku sekaligus PMI asal Bengkulu, berinisial PS ini murni adalah rekan kerja.

Di Taiwan sendiri, korban diketahui sudah bekerja selama 4 tahun sejak tahun 2017. Di sana ada 8 karyawan yang bekerja, termasuk korban dan pelaku.

"Apa yang dikabarkan di medsos tidak benar, pelaku bukan mantan pacar korban, dia cuma rekan kerja," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Kabupaten Indramayu, Komariyah yang dikabarkan tewas dengan luka tusuk pada beberapa bagian tubuhnya di kawasan Nantou Taiwan.
Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Kabupaten Indramayu, Komariyah yang dikabarkan tewas dengan luka tusuk pada beberapa bagian tubuhnya di kawasan Nantou Taiwan. (Foto istimewa/akun FB Rizki Aan Anifah)

Juwarih menceritakan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, Komariyah sempat menelpon orang tuanya sehari sebelum kejadian.

Saat itu, korban bercerita soal kondisinya di sana, Komariyah mengaku diminta sang majikan untuk mengajari pelaku agar bisa berbahasa Taiwan.

Hal ini dikarenakan walau sudah 2 bulan bekerja di kebun tomat, pelaku PS tidak kunjung bisa menggunakan bahasa Taiwan.

Lanjut Juwarih, atas permintaan sang majikan, korban lalu menceramahi pelaku hingga berujung pada terjadinya tragedi penusukan tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved