Breaking News:

PPKM Darurat

SOAL Aturan Makan 20 Menit di Kota Bandung Selama PPKM, Begini Yang Diterapkan Satpol PP di Lapangan

Aturan makan di tempat selama 20 menit itu diatur dalam Perwal tentang penerapan PPKM level 4 yang diterapkan di Kota Bandung hingga 9 Agustus 2021.

Editor: dedy herdiana
Dok. Pemkab Indramayu
ILUSTRASI: Satpol PP Kabupaten Indramayu saat menertibkan PKL yang berjualan di trotoar jalan, Rabu (24/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung belum menerapkan sanksi terhadap pelanggar aturan makan di tempat selama 20 menit.

Aturan makan di tempat selama 20 menit itu diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang penerapan PPKM level 4 yang diterapkan di Kota Bandung hingga 9 Agustus 2021.

Kepala Bidang Penegak Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kota Bandung, Idris Kuswandi mengatakan, selama penerapan aturan pihaknya belum menindak pelanggar baik individu maupun tempat usaha dengan sanksi.

Baca juga: Setelah PPKM, Komunitas Drone Siap Promosikan Pariwisata Majalengka Lewat Udara

"Jadi untuk yang lebih 20 menit belum ada satu pun yang disanksi administrasi, cuma teguran saja," ujar Idris, saat dihubungi, Sabtu (7/8/2021).

Rata-rata, kata dia, yang mendapat teguran itu para pedagang kaki lima yang membuka layanan makan di tempat. Para PKL pun, kata Idris, memaklumi dan mau mengikuti aturan.

"Jadi yang diberi tindak teguran lisan dan tertulis itu bukan warga tapi penyelenggaranya, pemiliknya. Karena kan kalau warga kan mungkin tidak tahu, kalau penyelenggaranya menyediakan tempat dan memperbolehkan, karena penyelenggara atau pemilik itu harus bertanggung jawab terhadap kegiatan usahanya," katanya.

Menurut Idris, dalam penindakan di lapangan pihaknya mengedepankan sikap persuasif. Sehingga hal itu meniminimalisir gesekan dengan pedagang.

Baca juga: Polres Kuningan Bangun Pos PPKM di Pasar Tradisional dan Sebar Bansos Bagi Warga Terdampak

"Jadi, kita lebih mengedepankan sifat-sifat persuasif, tidak bosan mengedukasi, kita mengatur pola, kemarin itu polanya atur dan awasi, sekarang ubah ke atur diri sendiri," ucapnya.

Idris pun meminta masyrakat, khususnya para pedagang agar bersabar dan taat dengan aturan Perwal yang berlaku.

"Jadi, ini mohon kerja sama dan kesabarannya, kami paham kami merasakan kekecewaan masyatakat. Kami usahakan untuk menindak dengan cara yang humanis, kekeluargaan dan cara yang persuasif saja," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved