Breaking News:

Kades di Karawang Ini Ngaku Sengaja Memotong Uang BST Warga Rp 300 Ribu, Ini Alasannya

Alasannya, karena pihak pemerintah desa sudah tidak memiliki lagi anggaran untuk penanganan Covid-19 sehingga BST warga dipotong Rp 300 ribu

Editor: Mumu Mujahidin
TribunJabar.id/Cikwan Suwandi
Ilustrasi: Ade Munim (42) warga Dusun Pasirtalaga RT03/01 Desa Pasirtalaga, Kecamatan Majalaya, Karawang mengaku jika uang Bantuan Sosial Tunai (BST)-nya senilai Rp600 ribu dipotong Rp300 ribu 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNCIREBON.COM, KARAWANG -  Kades Pasir Talaga, Yani Utari Indrayani mengakui adanya pemotongan Potongan Bantuan Sosial Tunai ( BST) 50 persen.

Alasannya, karena pihak pemerintah desa sudah tidak memiliki lagi anggaran untuk penanganan Covid-19.

Yani mengungkapkan, hal itu dilakukan karena anggaran penanganan Covid-19 sebelumnya telah dicairkan oleh kades sebelumnya sebelum Pilkades, sehingga pihak pemerintah desa tidak memiliki anggaran untuk membantu warga yang terpapar Covid-19.

Baca juga: BST Warga Dipotong Rp 300 Ribu untuk Bantu Warga oleh Perangkat Desa di Karawang Tanpa Musyawarah

"Anggaran PPKM 2021 bersumber dari dana desa tidak ada. anggaran tersebut sudah dicairkan oleh kepala desa lama beberapa hari menjelang Pilkades dan tidak ada serah terima terkait peetanggungjawaban anggaran PPKM 2021 tersebut," kata Yani dalam siaran tertulisnya kepada Tribun Jabar, Jumat (6/7/2021).

Karena alasan tersebut, Yani berinisiasi untuk melakukan pemotongan BST tahap 5 dan 6.

"Atas dasar tersebut, kami berpikir bagaimana caranya  kami bisa membantu masyarakat yang terpapar Covid-19 dan yang melaksanakan isolasi mandiri.

Maka muncul ide untuk menawarkan kepada warga yang menerima BST ke 5-6 untuk berbagi kepada warga yang terpapar Covid-19 dan yang terdampak yg blm pernah menerima bantuan dari pemerintah," ujarnya.

Yani juga membantah jika pemotongan tersebut tanpa dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada warga. Bahkan ia mengklaim telah mendapatkan persetujuan dari warga.

"(Kami) melakukan sosialisasi beberapa hari sebelum penyaluran BST. Sosialisasi ini menjelaskan kepada warga mengenai maksud dan tujuan. tidak ada paksaan kepada warga yang tidak mau berbagi," katanya.

Baca juga: Uang BST Warga Dipotong Rp 300 Ribu oleh Perangkat Desa di Karawang, Begini Pengakuan Warga

Tanpa Musyawarah

Roski Angga Wijaya (29) tiba-tiba saja didatangi rumahnya oleh sebanyak sepuluh warga Desa Pasirtalaga, Kecamatan Telagasari, Karawang.

Roski mendengarkan curhatan mereka yang mendapatkan Bantuan Sosial Tunai ( BST) Kementerian Sosial dipotong oleh perangkat desa.

"Awalnya saya juga cuek saja. Tetapi kasihan juga," kata Roski kepada Tribun Jabar di rumah di Dusun Pasirtalaga 2, Desa Pasirtalaga, Kecamatan Telagasari, Rabu (4/7/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved