Breaking News:

Padi Tersiram Minyak Mentah

Ada Pipa Bocor di Indramayu, Pertamina Langsung Lakukan Perbaikan dan Data Padi Petani yang Mati

PT Pertamina EP responsif melakukan penangan dengan menutup titik kebocoran pipa dan membersihkan areal yang terdampak.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Foto istimewa/Polsek Terisi
Lokasi bocornya pipa milik Pertamina EP di Desa Karangasem, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Selasa (3/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - PT Pertamina EP responsif melakukan penangan dengan menutup titik kebocoran pipa dan membersihkan areal yang terdampak.

Kebocoran pipa itu diketahui terjadi di Desa Rajaiyang, Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu.

Senior Manager Relations Pertamina EP, Agus Suprijanto mengatakan, pipa yang bocor itu berfungsi mentransfer minyak dari sumur Stasiun Pengumpul (SP) TGB 1 menuju menuju Stasiun Pengumpul Utama (SPU) Cemara melintasi area persawahan.

Baca juga: BREAKING NEWS Padi Milik Petani Indramayu Mati Menghitam, Tersiram Minyak Mentah dari Pipa Pertamina

”Saat ini titik kebocoran sudah berhasil ditutup dan aliran minyak kembali normal dengan kembali dioperasikannya pompa transfer," ujar dia melalui keterangan tertulis yang diterima Tribuncirebon.com, Kamis (5/8/2021).

Lanjut Agus Suprijanto, proses pembersihan pun sekarang ini masih berlangsung di bawah komando tim Produksi Onshore selaku On Scene Commander.

"Alhamdulillah proses bisa berjalan cepat dengan dukungan dari para petani sekitar," ucapnya.

Lokasi bocornya pipa milik Pertamina EP di Desa Karangasem, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Selasa (3/8/2021).
Lokasi bocornya pipa milik Pertamina EP di Desa Karangasem, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Selasa (3/8/2021). (Foto istimewa/Polsek Terisi)

Dalam hal ini, Agus Suprijanto menegaskan bahwa Pertamina EP akan terus memonitor kondisi pipa dan memastikan tingkat keamanan sesuai dengan prosedur safety. 

Pendataan areal sawah yang terdampak juga akan dilakukan dengan melibatkan penggarap lahan dan pemerintah desa setempat. 

Ia mengatakan keselamatan dan menjaga lingkungan merupakan prioritas utama pada setiap kegiatan operasional. 

"Kami juga memiliki standar prosedur penanganan dalam menjaga kehandalan fasilitas, sehingga dampak yang timbul dapat diminimalkan," ujarnya.

Baca juga: Pipa Berkarat Jadi Penyebab Bocornya Saluran Minyak Mentah di Indramayu, Sudah Ada 7 Titik Bocor

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved