Breaking News:

6 Kecamatan di Kabupaten Cirebon Zona Merah Covid-19, Kapolresta Minta Forkopimcam Lakukan Hal Ini

Sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Cirebon berstatus zona merah Covid-19 atau daerah berisiko tinggi.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman (tengah), saat memimpin rakor lintas sektoral di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (5/8/2021) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Cirebon berstatus zona merah Covid-19 atau daerah berisiko tinggi.

Di antaranya, Kecamatan Sumber, Kecamatan Talun, Kecamatan Depok, Kecamatan Plumbon, Kecamatan Kedawung, dan Kecamatan Tengahtani.

Karenanya, Forkopimda Kabupaten Cirebon mengumpulkan camat, kapolsek, danramil, dari kepala puskesmas dari enam kecamatan itu dalam rapat koordinasi lintas sektoral, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Siswa SMKN 1 Indramayu Kenalkan Budaya Lokal Lewat Karya Animasi, Ada Berokan Sampai Tari Topeng

Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, didampingi Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Sugir, dan Kadinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, tampak memimpin langsung rakor itu.

Dalam kesempatan itu, Arif meminta jajaran Forkompimcam untuk menginventarisir pusat-pusat keramaian di seluruh kecamatan zona merah tersebut.

Baca juga: Bupati Cirebon Ingatkan Anak Usia 12 - 17 Tahun yang Divaksin Covid-19 Tetap Disiplin Prokes

"Penerapan protokol kesehatan di di pusat keramaian itu tolong dipantau secara ketat," kata Arif Budiman saat rapat.

Namun, Arif meminta agar petugas yang memantau penerapan prokes di pusat keramaian itu bertindak secara humanis dan selalu mengedepankan edukasi. 

Agar kesadaran masyarakat sekitar dalam mematuhi protokol kesehatan meningkat sehingga penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan.

Ia juga meminta testing, tracing, dan treatment (3T) di seluruh kecamatan tersebut dipantau betul oleh Forkopimcam sehingga berjalan optimal.

"Tujuannya untuk memisahkan warga yang sehat dan sakit. Warga yang sakit juga harus benar-benar diperhatikan selama isoman," ujar Arif Budiman.

Ia mengatakan, saat warga yang isolasi mandiri membutuhkan bantuan segera dikoordinasikan dengan kapolsek dan danramil setempat.

Arif menyampaikan, jika warga di enam kecamatan itu hendak divaksin maka dapat menggunakan persediaan vaksin Covid-19 milik Polresta Cirebon.

Menurut dia, langkah-langkah tersebut merupakan intervensi dari Forkopimda Kabupaten Cirebon untuk menyamakan persepsi untuk merumuskan langkah pencegahan dari hulu hingga hilirnya.

"Intervensi dari pemda, TNI, dan Polri diharapkan bisa mengakselerasi penanganan Covid-19, sehingga jajaran pemerintah kecamatan juga lebih kolaboratif," kata Arif Budiman.

Gencarkan Vaksinasi

Pemkab Cirebon bakal mendatangi sekolah-sekolah untuk menggencarkan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program vaksinasi Covid-19 untuk anak berusia 12 - 17 tahun.

Menurut dia, para pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Cirebon menjadi sasaran utama dalam vaksinasi itu.

Baca juga: Seorang Siswi Kelas 7 SMP di Cirebon Ikut Vaksinasi Covid-19: Ingin Cepat-cepat Masuk Sekolah

"Nantinya, kami door to door mendatangi tiap sekolah di Kabupaten Cirebon," kata Imron Rosyadi saat ditemui usai Launching Vaksinasi Covid-19 bagi Anak Usia 12 - 17 Tahun di GOR Ranggajati, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (5/8/2021).

Ia mengatakan, hal itu untuk mempercepat realisasi vaksinasi bagi anak usia 12 - 17 tahun di Kabupaten Cirebon.

Karenanya, jika pembelajaran tatap muka dimulai maka para siswa yang telah menjalani vaksinasi tersebut sudah siap mengikutinya.

Saat ini, pihaknya memastikan seluruh sekolah di Kabupaten Cirebon masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau daring.

"Kami sangat concern terhadap anak-anak, karena mereka investasi kepemimpinan masa depan Kabupaten Cirebon," ujar Imron Rosyadi.

Pemkab Cirebon Targetkan 3000 Anak Usia 12 - 17 Tahun Divaksin Covid-19

Imron menyampaikan, vaksinasi bagi pelajar itupun bagian dari pemenuhan hak kesehatan dari pemerintah kepada anak-anak.

Dalam peringatan Hari Anak Nasional tahun ini, pihaknya menargetkan 3000 anak usia 12 - 17 tahun di Kabupaten Cirebon divaksin Covid-19 dalam waktu sepekan.

"Vaksinasinya dilaksanakan di seluruh fasyankes se-Kabupaten Cirebon, dari mulai puskesmas, rumah sakit, hingga klinik," kata Imron Rosyadi.

Disiplin Prokes

Ratusan anak usia 12 - 17 tahun tampak antusias mengikuti vaksinasai Covid-19 secara massal, Kamis (5/8/2021).

Kegiatan yang digelar Pemkab Cirebon Cirebon tersebut berlangsung di GOR Ranggajati, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengingatkan para anak remaja yang telah menjalani vaksinasi tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Ratusan Anak Usia 12 - 17 Tahun di Kabupaten Cirebon Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19

Pasalnya, di masa pandemi seperti sekarang protokol kesehatan harus dipatuhi setiap saat untuk melindungi diri dari penyebaran Covid-19.

"Kami ingatkan para anak remaja ini selalu menerapkan prokes, bahkan kalau bisa diperketat," kata Imron Rosyadi saat ditemui usai kegiatan.

Ia mengatakan, vaksinasi bertujuan membentuk herd immunity masyarakat sehingga memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca juga: Seorang Siswi Kelas 7 SMP di Cirebon Ikut Vaksinasi Covid-19: Ingin Cepat-cepat Masuk Sekolah

Menurut dia, peran serta seluruh elemen masyarakat termasuk para remaja sangat dibutuhkan untuk menekan penyebaran virus corona di Kabupaten Cirebon.

"Selalu pakai masker saat keluar rumah, dan rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir serta sabun antiseptik," ujar Imron Rosyadi

Ia juga meminta mereka selalu menjaga jarak dengan orang sekitar, menghindari kerumunan, serta membatasi mobilitas.

Cara-cara tersebut merupakan upaya termudah dalam mencegah penyebaran Covid-19, khususnya di Kabupaten Cirebon.

"Vaksinasi bukan jaminan membuat kebal dari Covid-19 sehingga para anak remaja ini masih memungkinkan terpapar," kata Imron Rosyadi.

Baca juga: Pemkab Cirebon Bakal Datangi Sekolah untuk Gencarkan Vaksinasi Covid-19 Bagi Pelajar

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved