Breaking News:

Sempat Viral Bus Oleng di Kuningan Ternyata Milik PO Tunggal Jaya, Ini Sejarah PO Tunggal Jaya

Sempat viral sebuah bus Oleng di Kuningan ternyata milik PO Tunggal Jaya yang memiliki garasi di Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Beredar video bus oleng milik PO Tunggal Jaya yang beralamat di Jalan Bandorasa - Kuningan, kontan mendapat tindakan langsung dari Kepolisian Lalu Lintas Polres Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Sempat viral sebuah bus Oleng di Kuningan ternyata milik PO Tunggal Jaya yang memiliki garasi di Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Kuningan Jawa Barat.

Saat ditemui di kantor PO Tunggal Jaya, Didi Suhadi sekaligus Direktur Manajamen Usaha Jasa Tranportasi itu menerangkan asal mula perusahaan itu berdiri hingga sekarang.

"Untuk sejarah, PO Tunggal Jaya berdiri pada tahun 1994. Pada waktu ada enam unit bus medium, dengan jurusan Kuningan - Sumatra Selatan - Jambi," kata Didi kepada TribunCirebon.com tadi, Rabu (4/8/2021).

Awal terjun hingga memiliki usaha PO (perusahaan otobus), Didi mengaku bahwa semula orang tuanya itu sebagai perantau ke luar Jawa.

"Awalnya, babeh itu perantau disana dan bekerja sebagai kuli panggul di Pelabuhan Jambi. Nah, saat itu Babeh (orang tua Didi) berniat usaha jasa angkutan dan hingga sekarang," katanya.

Apalagi, Didi mengklaim bahwa tidak sedikit warga Jawa Barat hidup di daerah Sumatra melakukan adu nasib sebagai perantau.

"Jadi terbersit orang tua saya, bikin usaha angkutan ini karena banyak warga Jawa Barat yang merantau ke sana. Untuk daerah selatan, dulu ada dari Garut, Ciamis dan sekitar wilayah III Cirebon hingga daerah Cikampek," katanya.

Penumpang tersebut, Didi mengaku sebagai langganan tetap saat hendak bertolak ke daerah rantau atau sebaliknya alias arah mudik.

"Waktu mulai beroperasi kami sudah punya langganan penumpang. Kemudian untuk ongkosnya itu sebesar Rp 50 dengan lama perjalanan hampir dua harian," katanya.

Saat bertolak kendaraan ke daerah Jambi dan sekitarnya, kata Didi itu wajib membawa dua sopir dan saru kondektur.

Hal itu dilakukan sebagai pelayanan saat melakukan perjalanan sehingga jarak tempuh tidak lambat.

"Untuk sopir dalam kendaraan angkutan kami, seperti saat ke Jambi dan sekitarnya. Kami mewajibkan bawa dua sopir dan saru kondektur, secara teknis sopir mendapat jatah 6 jam dalam mengemudi secara bergantian," ujarnya.

Memasuki memasuki jaman millenium atau tahun 2000 hingga sekarang, Didi mengaku banyak perubahan mulai dari manajemen dan unit kendaraan tersebut.

"Perubahan pada kendaraan hingga sekarang memiliki jumlah 10 unit bus. Kami ikuti aturan hingga peremajaan pada kendaraan," katanya.

Menyinggung soal ongkos sekarang, kata Didi mengaku untuk sekarang ongkosnya sebesar Rp 375 ribu dan ketentuan saat ini, penumpang wajib memiliki surat kesehatan bebas Covid-19.

"Sekarang ongkos per orang itu Rp 375 ribu dan kami wajibkan penumpang bawa hasil cek kesehatan. Baik rapid antigen atau surat sehat Covid-19," katanya.

Namun untuk saat ini unit kebanyakan parkir di garasi dan tidak bisa melayani perjalanan wisata.

"Untuk sekarang unit bus wisata parkir terus di garasi dan selalu ngidupin mesin aja, padu manasin mesin gitu," katanya.

Untuk unit bus, kata Didi menambahkan bahwa semua kendaraan pabrikan tahun muda.

"Kendaraan kami keluaran pabrik yang paling tua, itu tahun 2017 dan paling muda itu 2019. Nah, peremajaan kami lakukan biasa pada lima tahun sekali," katanya.

Mengenai karoseri ini jebolan Adiputro dengan desain yang telah sesuaikan kebutuhan saat ini. Seperti penyediaan dispenser, kabel listrik untuk charger handphone.

"Selain fasilitas tadi, penumpang bisa karokean dan ada tiga unit televisi disediakan untuk hiburan penumpang. Untuk jumlah kursi itu sebanyak  55 unit dan semua unit bus sudah high deck," katanya. (*)

Diberitakan sebelumnya, beredar video bus oleng milik PO Tunggal Jaya yang beralamat di Jalan Bandorasa - Kuningan, kontan mendapat tindakan langsung dari Kepolisian Lalu Lintas Polres Kuningan.

"Iya tadi kita sudah kena teguran sekaligus tilang atas aksi sopir bus oleng saat mengemudi. Terlebih video itu menyebar hingga menjadi tontonan warganet," kata Didi sekaligus pengelolaan PO Tunggal Jaya saat menjelaskan kepada wartawan di lokasi garasinya di Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Kuningan Jawa Barat, Senin (2/7/2021).

Sebelumnya, kata Didi tidak mengetahui persis bagaimana pembuatan video hingga viral tersebut.

Baca juga: Kecelakaan di Tol Cipali, Minibus Tabrak Belakang Mobil, 2 Orang Luka-luka

Baca juga: Ada Kecelakaan di Nagreg, Pikap Mau Menyalip, Tabrak Bus, Bus Oleng Tabrak Motor, Sopir Pikap Tewas

Namun setelah ditelurusi bahwa itu terjadi saat pengemudi membawa penumpang yang tergabung dalam Bus Mania dari Pemalang.

"Muncul video itu mungkin begini, video awalanya hanya dijadikan status WA daripada Bus Mania. Terus tiba - tiba muncul di sosial media, saya tidak tahu dan sempat kaget juga," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved