Breaking News:

Ratusan Koin Kuno Zaman Kolonial Belanda Ditemukan di Bandung Barat, Begini Hasil Analisa Disparbud

Ratusan koin peninggalan zaman kolonial Belanda yang ditemukan warga diduga sengaja disembunyikan oleh pemiliknya.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribun Jabar
Seorang warga saat menunjukan koin kuno peninggalan Kolonial Belanda 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengatakan bahwa ratusan koin peninggalan zaman kolonial Belanda yang ditemukan warga diduga sengaja disembunyikan oleh pemiliknya.

Koin itu ditemukan di areal bekas sawah yang sedang digarap untuk dijadikan wisata air panas di Kampung Pangkalan Hilir, RT 02/09, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, KBB.

Kasi Sejarah dan Cagar Budaya, Disparbud KBB, Asep Diki mengatakan, dugaan koin itu disembunyikan pemiliknya karena 
jumlah yang ditemukan cukup banyak hingga ratusan keping apalagi kebanyakan dalam kondisi menggunduk.

Baca juga: Fragmen Keramik Ditemukan di Lokasi Dugaan Candi Indramayu Konon Dari Dinasti Ming, Ini Kata Bupati

"Biasanya kalau dalam jumlah banyak begini memang sengaja disembunyikan. Terus kelupaan atau yang menyembunyikannya meninggal tanpa kasih kabar ke penerusnya," ujar Asep saat ditemui di kantornya, Rabu (4/8/2021).

Jika dilihat dari bentuknya, kata Asep, koin itu merupakan uang logam peninggalan zaman hindia Belanda. Namun, pihaknya belum menemukan literatur tertulis yang menyebutkan peristiwa sejarah asal muasal koin yang dipakai alat tukar tersebut.

Ia mengatakan, alternatif metode penelusuran yang akan dipakai yakni ada sejarah lisan atau mencari informasi kepada orang yang dituakan di sekitar penemuan ratusan koin tersebut.

"Sulit sih kalau berupa literatur tertulis paling juga bisa digali melalui metode lisan ke orang-orang yang dituakan di daerah sekitar," kata Asep.

Selain itu, kata Asep, pihaknya juga akan menggandeng kolektor uang kono atau orang yang konsen dalam kajian numismatic dan Bank Indonesia bagaian heritage. 

"Kalau tidak salah ada ahli-ahli uang logam ini namanya numismatic tapi di kita gak ada. Paling konfirmasi ke Bank Indonesia bagian heritagenya siapa tau ada data di mereka," ucapnya.

Asep mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan Disparbud KBB, yakni dengan cara memperlihatkan koin tersebut ke kolektor uang logam secara langsung karena jika tidak seperti itu tidak akan bisa dilakukan identifikasi.

"Harus ditindaklanjuti oleh kajian, soalnya memenuhi kriteria benda cagar budaya. Kalau lihat sekilas dari fisiknya, koin itu keluaran Hindia Belanda, artinya usianya lebih dari 50 tahun," kata Asep.

Untuk sementara ini, Asep mengimbau warga yang menemukan koin tersebut untuk menyimpannya, agar nanti bisa ditindaklanjuti oleh penelitian sejarah.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved